24 Pimpinan “Kaus Merah” Akan Menyerah

Sebanyak 24 pemimpin protes anti-Pemerintah Thailand atau kelompok “Kaus Merah” berencana menyerahkan diri kepada polisi pada 15 Mei mendatang. Penyerahan diri dilakukan sebagai taktik untuk mencegah terjadinya kekerasan terhadap pemrotes.

“Ini adalah taktik agar polisi tidak datang dan menyerbu kemari untuk menangkap kami sehingga terjadi lebih banyak kekacauan,” kata salah satu pemimpin Kaus Merah, Jaran Ditapichai, kepada wartawan Kompas, Fransisca Romana, Sabtu (17/4/10) di belakang panggung orasi di basis protes Ratchaprasong, Bangkok.

Jaran mendapat satu surat penangkapan dari polisi karena melanggar dekrit keadaan darurat. Pemimpin Kaus Merah lainnya, seperti Veera Musikapong, mendapat empat surat perintah penangkapan dan Arisman Pongruangrong mendapat enam surat perintah penangkapan.

Demi membubarkan pemrotes, Perdana Menteri Abhisit Vejjajiva memberlakukan keadaan darurat di wilayah Bangkok dan sekitarnya pada 7 April menyusul serbuan kelompok Kaus Merah ke Gedung Parlemen. Pemerintah Thailand juga meminta pengadilan mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap para pemimpin protes karena melanggar dekrit keadaan darurat itu.

Meskipun telah memberlakukan keadaan darurat dan mengantongi surat perintah penangkapan para pemimpin protes, aparat keamanan belum bergerak untuk menangkap para pemimpin. Hingga akhirnya terjadi insiden pada Jumat lalu saat pasukan komando polisi Thailand berupaya menangkap enam pemimpin protes yang tinggal di Hotel SC Park, tetapi gagal.

“Kami ingin menunjukkan bahwa kami juga warga negara yang taat hukum dan kami tidak bersembunyi,” kata pemimpin Kaus Merah lainnya, Nattawut Saikua, di lokasi protes.

Spekulasi

Hingga tiba saat penyerahan diri dan setelahnya, Nattawut meyakinkan wartawan bahwa aksi protes puluhan ribu anggota Kaus Merah di jantung komersial Bangkok di simpang Ratchaprasong tetap berjalan. Hal tersebut, menurut Nattawut, menunjukkan bahwa para pemimpin tidak akan melarikan diri dari janji mereka untuk melapor kepada polisi.

“Adanya surat perintah penangkapan itu membuat kami harus terus bersembunyi dan bergerak di bawah tanah. Kami selalu kucing-kucingan dengan petugas. Dengan melaporkan diri dan mengajukan pembebasan dengan jaminan, kami nanti akan lebih bebas untuk bergerak,” kata Jaran.

Dia menambahkan, sudah muncul isu-isu bahwa militer akan bergerak untuk menangkapi mereka. Apalagi, PM Abhisit pada Jumat malam telah menyerahkan tanggung jawab pemulihan ketertiban kepada Panglima Militer Jenderal Anupong Paochinda menggantikan Wakil PM Suthep Thaugsuban.

“Kami cukup tahu banyak tentang militer, cukup banyak mengenal mereka, sehingga kami tahu taktik yang kami gunakan. Kendati demikian, kami tetap bersiap-siap untuk segala kemungkinan,” ujar Jaran.

Media-media Thailand dengan gencar berspekulasi tentang tindakan keras yang segera akan diambil pemerintah. Juru bicara militer Thailand, Sansern Kaewkamnerd, mengatakan bahwa militer akan mengambil tindakan walaupun tidak merinci kapan dan bagaimana bentuknya. Akan tetapi, spekulasi itu dibantah juru bicara Pemerintah Thailand, Panitan Wattanayagorn. Panitan mengatakan bahwa penggunaan kekuatan militer untuk membubarkan pemrotes tidak ada dalam mandat bagi Jenderal Anupong.

Pengamat politik Thailand, Chandler Vandergrift dari Conflict Management and Mitigation yang berbasis di Bangkok, mengatakan, politik di Thailand sangat sulit diprediksi. “Sering kali perubahannya radikal dan dengan cara-cara yang tidak bisa diperkirakan,” katanya.

dari kompas Minggu 18 April 2010

wordpress

One Trackback to “24 Pimpinan “Kaus Merah” Akan Menyerah”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: