Archive for January, 2011

January 27, 2011

POLRI tidak suka di panggil KPPU

Dalam pemeiksaan pendahuluan atas dugaan pelanggaran terhadap Pasal 22 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat, pagi ini tanggal 27 Januari 2011, dengan agenda tanggapan atas Laporan Dugaan Pelanggaran yang dibacakan oleh investigator dari KPPU.

Pada pemerinsaan tadi pagi pihak terlapor dari POLRI menyatakan keberatan diperiksa sebagai terlapor, karena panitia pengadaan barang bukan termasuk dalam Pelaku Usaha sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Undang-Undang No. 5 Tahun 2011, karena panitia pengadaan merupakan bagian dalam instansi Kepolisian Republik Indonesia, bukan tergolong dalam pelaku usaha, sedangkan keputusan penetapan pemenang tender yang diterbitkan oleh KaPOLRI merupakan KTUN yang bila ada keberatan atas hal tersebut diajukan pada Pengadilan TUN sesuai dengan ketentuan dalam Undang-Undang No. 5 Tahun 1986 sebagaimana telah diubah dengan Undang Undang No. 9 Tahun 2004.

Atas dasar tersebutlah POLRI tidak suka diperiksa oleh KPPU. Keberatan dari POLRI tersebut akan menjadi bahan pertimbangan oleh Majelis Komisi apakah akan dilanjutkan ke Pemeriksaan Lanjutan atau tidak.

January 9, 2011

Sup Atau Roti Apit?

Bumi mendingin…
Lapisan terluarnya mengeras menjadi benua…
Uap air mengembun…
Laut jatuh dari langit…
Dan, kalau kamu percaya isi sebagian besar buku biologi, kehidupan muncul dari genangan ‘sup organik’ yang kaya gizi.
Hanya ada satu kekeliruan dalam hipotesis sup organik: hipotesis itu hampir pasti salah…
Dan para ilmuwan tahu itu. Tapi karena belum ada gagasan yang lebih baik, mereka tetap memegangnya.
Karena sifat untuk radioaktif yang meluruh menjadi unsur stabil, maka bumi pasti jauh lebih bersifat radioaktif empat miliar tahun yang lampau daripada sekarang.
Ini berarti ahli geologi dapat menentukan umur batu dengan membandingkan jumlah (umpamanya) uranium terhadap timbel. Juga ada cara yang kurang efektif untuk itu…
Satu hasil mengejutkan penaksiran umur batu ini adalah bahwa bukti kehidupan paling awal berumur 3,5 miliar tahun – hampir setua batu yang paling tua – 3,7 miliar tahun, sepertinya bentuk kehidupan dini tidak terganggu oleh radiasi!!
Hingga, pada akhir 1988, ahli biokimia Jerman Gunter Wachtershauser menggagas satu alternatif: kehidupan tidak bermula sebagai sup, tapi roti apit (satu lapis).
Menurut teori tersebut, kehidupan purba bermatra dua: sekelompok reaksi kimia yang terikat pada permukaan kristal rata dalam genangan air garam mendidih. Permukaannya menahan zat-zat kimia itu sehingga bisa saling kontak – tak mengalir ke mana-mana seperti sup!
Satu kesimpulan menakjubkan teori baru tersebut adalah bahwa sekarang kehidupan mungkin masih ‘bermula’ di kawah gunung berapi dasar laut!
Pertama-tama muncul zat-zat kimia yang memperbanyak-diri: kehadiran mereka menciptakan lingkungan yang lebih baik untuk memperbanyak diri mereka sendiri! Salah satu ‘siklus reaksi swa-katalisasi’ tersebut menciptakan peranti genetis awal.
Sementara itu, produk sampingan berlemak membentuk selaput, yang di dalamnya protein dapat berevolusi tanpa terhanyut…
Akhirnya pabrik-pabrik reaksi kimia kecil itu, yang terlindung kulit berlemak, terlepas dari permukaan dan merambah laut terbuka!
Suatu hari lebih daripada tiga miliar tahun yang lampau, satu sel beruntung menemukan klorofil. Ketika terpapar cahaya matahari, zat hijau daun itu memungkinkan sel mendapatkan energi dari makanan paling sederhana: karbon dioksida dan air. Sekarang stok makanan tak terbatas!!
Kendati mereka hanya diam saja, alga biru-hijau, tumbuhan pertama, meliputi semua yang ada sekeliling mereka (kecuali bakteri, tentunya!).
Sembari makan, alga menghasilkan oksigen murni pertama. Oksigen membuat logam berkarat, mengubah amonia dan metana menjadi nitrogen dan karbon dioksida, dan membentuk lapisan ozon di atmosfer bagian atas yang menyaring sinar kosmis…
Tetumbuhan menanggung akibat polusi tersebut: berkembanglah sel-sel baru yang menghirup oksigen dan memakan tumbuhan – binatang pertama! (Definisi ilmiah ‘tumbuhan’ dan ‘binatang’ yang mutakhir hanya mencakup makhluk hidup bersel banyak)
Oksigen bebas pertama berasal dari tumbuhan, dan sampai sekarang pun kita masih mengandalkan tumbuhan untuk memelihara kandungan oksigen dalam udara yang kita hirup.
Meski telah berkembang selama tiga miliar tahun, sebagian besar tumbuhan masih hidup di laut. Sekarang pun, lebih daripada tiga perempat oksigen segar di bumi berasal dari tumbuhan laut bersel tunggal yang disebut plankton. Jadi ada alasan bagus untuk melestarikan laut.
Untuk perlindungan diri, sel-sel tumbuhan maupun binatang mengelompk dalam koloni…
Demi efisiensi, sejumlah sel melakukan spesialisasi untuk makan, mencerna, melihat, koordinasi, atau reproduksi.
Tak lama kemudian, di bumi muncul cacing! yang punya otak!

January 9, 2011

Ledakan Besar

Sebelum waktu bermula, seluruh alam semesta berjejal dalam satu kumpulan yang panas-terik, lalu terjadi…
Ledakan Besar
Pada 30 menit pertama, semua hidrogen dan helium asali terbentuk.
Setelah berjuta-juta tahun, gas-gas yang mengembang itu jadi cukup tenang untuk bisa mengumpul menjadi awan-awan, yang lantas terhimpun – memanas lagi – menjadi gugusan-gugusan bintang.
Dalam tungku bintang, hidrogen dan helium mengalami fusi, hingga terciptalah unsur-unsur lebih berat seperti karbon oksigen, dan besi…
Dengan semakin tuanya bintang-bintang pertama tersebut, beberapa di antaranya meledak menjadi supernova. Unsur-unsur paling berat, seperti emas dan uranium, terbentuk dalam panas membara dan terlontar ke antariksa.
Delapan miliar tahun setelah ledakan besar alam semesta nampak hampir mirip seperti sekarang: galaksi-galaksi besar yang terdiri dari bintang-bintang, gas, dan debu, yang bergerak saling menjauh, menembus antariksa hampa.
Pada saat itulah matahari kita tampil!!
Ledakan besar hanyalah teori asal-usul semesta yang paling mutakhir dan memuaskan saat ini.
Bertahun-tahun lalu, sebelum ada metode penelitian yang akurat, beredarlah aneka ragam gagasan.
Teori-teori modern perlu menjelaskan lebih banyak hal, seperti kenapa galaksi-galaksi saling menjauh, misalnya ini ada teori konspirasi yang kurang dikenal (sangat modern!).
Saat ini, hampir semua orang menerima bahwa alam semesta bermula dengan ledakan, tapi tak ada yang tahu bagaimana berakhirnya!
Di tepi galaksi spiral bernama Bimasakti, suatu awan gas mulai runtuh. Karena ditarik oleh gaya gravitasinya sendiri hingga menyatu, massa termampatkan itu memanas dan berputar, makin lama makin cepat…
Gasnya menjadi begitu panas sehingga atom-atom hidrogennya mulai mengalami fusi, dan awan itu menjadi bom hidrogen raksasa – Bintang.
Seraya berputar, bola api itu memipih…
Dan melontarkan kalangan (halo) yang berkobar-kobar ke antariksa.
Kebanyakan masa yang terlepas itu lenyap untuk selamanya, tapi sebagian di antaranya tetap mengorbit seputar bintang itu.
Selama beberapa juta tahun berikutnya, serpih-serpih ‘sampah antariksa’ itu saling berlekatan hingga mengumpul menjadi sembilan planet (saat ini International Astronomica Union mengubah definisi ‘planet’ sehingga junlah planet tata surya kini hanya 8), ditambah aneka bulan, asteroid, dan komet.
Bintang baru itu adalah matahari, dan planet ketiga adalah bumi kita tercinta.
Matahari bukan satu-satunya bintang di alam semesta yang punya planet-planet. Di Bimasakti saja, ilmuan memperkirakan sekurang-kurangnya ada semiliar bintang yang planet-planetnya mampu menunjang kehidupan.
Sejumlah ilmuwan bahkan berkata bahwa kehidupan di luar sana pasti menyerupai kita!! (tebak apa yang mereka katakan di alpha centauri!)
Penduduk bumi selama ini telah mengirim sinyal ke angkasa luar, tapi sejauh ini belum ada jawaban.

%d bloggers like this: