Tasenden Menanti Proses Produksi

Masih ingat Tasenden? Ransel unik yang didesain oleh Dony Arsetyasmoro, desainer yang kini tengah mengambil program master di Institut Teknologi Bandung (ITB), tersebut pernah memenangkan penghargaan dari Djarum Black Innovation pada tahun 2008.

Tasenden ialah produk yang sangat aplikatif bagi pengguna motor. Produk ini terdiri dari rompi pelindung bagi pengemudi motor, penyangga kepala dan sabuk pengikat bagi pembonceng serta bagian yang bisa digunakan untuk meletakkan tas ransel jika pengemudi sedang mengendarai motor sendirian.

Seluruh bagian Tasenden didesain sedemikian rupa sehingga sangat praktis untuk dipakai. Seluruh bagiannya mendukung pembonceng untuk terus menempel pada pengemudi sehingga menghindari resiko jatuh. Ini cocok bagi para pemudik motor yang harus menempuh jarak ribuan kilometer.

Dony mengatakan, “Awalnya saya mendesain alat ini karena melihat kebutuhan saya sendiri. Saya sering mengendarai motor jarak jauh dengan istri dan anak saya. Alat ini bukan mengajak orang tidur ya, tapi agar pembonceng tetap aman jika tertidur.”

Mulanya, Dony tak berencana memasukkan produk yang didesainnya dalam kompetisi Djarum Black Innovation. Tapi melihat peluang, akhirnya ia memutuskan untuk ikut hingga akhirnya menjadi salah satu pemenangnya, bersama kontestan lain yang mendesain Multicos dan Tongkat cahaya.

Dony mengatakan, sudah banyak pihak yang berminat akan produknya. “Bahkan, ada yang mau menjadi agennya, dari Sulawesi, Sumatra, kalimantan dan yang lain.,” kata Dony ketika dihubungi Kompas.com, belum lama ini.

Saat ini ia tengah menanti produknya bisa diproduksi. Namun, beberapa penyesuaian masih harus dilakukan. “Desainnya masih terlalu mahal. Butuh foam, foamnya itu yang mahal. Ongkos produksi masih Rp 400 ribu,” kata Dony.

Meski demikian, sudah ada beberapa pabrik yang tertarik untuk memproduksi. “Kemarin pernah diupayakan ke pabrik motor dan ada juga pabrik tas dan alat outbound di Yogyakarta yang tertarik. tapi masih perlu disesuaikan agar bisa terealisasi,” ungkap Dony.

Terkait dengan Djarum Black Innovation, Dony mengatakan bahwa ajang ini bagus untuk mengasah kreatifitas. “Lewat ajang ini kan ada tantangan untuk berinovasi, bagaimana menciptakan produk yang bermanfaat untuk hidup kita,” urainya.

Ia menambahkan, dengan mengikuti lomba, pengembang produk juga bisa mengetahui apreasiasi orang lain terhadap produknya. “Kita tahu produk kita bermanfaat kan dari orang lain, bukan dari kita sendiri,” kata Dony yang juga berminat mengikuti kompetisi ini lagi.

Memungkas pembicaraan, bagi peserta Djarum Black Innovation 2011, ia memiliki saran. “Ide kreatif kita harus berangkat dari masalah sehari-hari, jadi harapannya bisa menyelesaikan masalah yang kita hadapi.”

Sumber: http://m.kompas.com/news/read/2011/05/18/0957503/Tasenden-Menanti-Proses-Produksi

https://linkjournal.wordpress.com/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: