Dongeng Cinderella dan Kenyataan

Dikisahkan buku cerita: Cinderella yang baik hati, bertemu pangeran, jatuh cinta, lalu menikah dan bahagia untuk selama-lamanya. Namun, meski kisah serupa masih bisa ditemukan di zaman modern ini — menikah dengan pangeran — hidup nyatanya tak seindah dalam dongeng. Bahkan, perempuan yang realistis akan berpikir dua kali untuk menjadi seorang putri.Dilema ini yang mungkin dihadapi Charlene Wittstock. Jelang pernikahannya dengan Pangeran Albert dari Monaco, ia kabur. Sampai tiga kali. Yang pertama, perempuan 33 tahun itu mencoba lari saat berkunjung ke Paris, Prancis Mei lalu — untuk mencoba gaun pengantinnya. Di kota itu, ia mencari suaka ke kedutaan besar negaranya,  Afrika Selatan. Demikian disebutkan sumber Monaco yang dimuat koran Prancis, Le Journal du Dimanche.

Usaha kabur yang ke dua ia lakukan saat berlangsung ajang balap Monaco Formula 1 Grand Prix. Yang terakhir, minggu lalu, 11 jam sebelum pernikahannya, atlit renang olimpiade itu tertangkap basah berada di Bandar Udara Nice — saat hendak ke Afrika Selatan, kampung halamannya. Dengan tiket sekali jalan, mencoba kabur dari takdirnya menjadi putri.

Pendekatan pihak kerajaan membuat dia urung melakukan niatnya. “Sejumlah sumber mengonfirmasi kesepakatan telah dihasilkan antara calon pengantin putri dan pasangannya,” demikian dilaporkan Le Journal du Dimanch.

Dalam pesta pernikahannya, Charlene menangis, disaksikan tatapan dingin suaminya yang tanpa emosi. Entah apa yang membuat ia berurai air mata. Gaun mewah Armani buatan tangan yang ia pakai juga tak bisa menyembunyikan teror dan senyum yang dipaksakan dari wajahnya. Diduga salah satu pemicunya adalah kabar tuntutan tes DNA seorang perempuan yang mengaku melahirkan anak ketiga Pangeran Albert.

Untuk diketahui, meski menikah kali pertama di usia 53 tahun, Albert yang dikenal sebagai playboy kelas berat telah memiliki dua anak: Alexandre (6) hasil hubungannya dengan pramugari Togo, Nicole Coste, dan anak perempuan berusia 19 tahun hasil hubungannya dengan Tamara Rontolo, agen real estate asal Amerika Serikat.

Begitu berat beban Charlene saat memasuki kerajaan yang punya begitu banyak stok putra mahkota pengganti Albert. Itu berarti ia harus siap menghadapi intrik politik Dinasti Grimaldi. Kekhawatiran belum memudar, meski, pihak kerajaan menyatakan, hanya anak yang dikandung Charlene yang berhak mewarisi tahta.

Lalu ada Kate Middleton, pengantin baru, pendamping Pangeran William dari Inggris. Ia kini sedang menikmati kunjungan ke Kanada, menjadi selebritis dunia. Meski pernikahannya dilandasi cinta, kehidupannya kelak bakal  gampang ditebak: membosankan dan berulang-ulang.

Kate — seorang lulusan universitas yang cerdas, hanya akan dinilai dari kemampuannya memilih topi, pakaian, atau dari riasan wajahnya. Dan, Duchess of Cambridge, saat ini hanya memiliki satu tujuan dalam hidup: tersenyum. Tak peduli ia lelah, sedih, lapar, atau bosan. Ia harus terus tersenyum dalam nasib yang ia pilih sendiri.

Dan, contoh yang paling nyata adalah Lady Diana. Nasibnya sebagai seorang putri dipenuhi kemalangan — tak bahagia, diabaikan suami, dimusuhi keluarga kerajaan, bahkan meninggal dengan tragis.

Ia seakan tak diizinkan untuk tenang. ‘Hantunya’ dibangkitkan dalam kubur dan digunakan demi melariskan oplah majalah. Kate dan Charlen baru memulai langkahnya, sementara kisah Diana menjadi bukti nyata, Cinderella tak nyata. Lalu, apakah Anda masih bermimpi menjadi putri? sumber (viva)
LinkJournal

One Trackback to “Dongeng Cinderella dan Kenyataan”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: