Insentif Bagi Ekspor

Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Deddy Saleh menyampaikan bahwa melemahnya rupiah terhadap dollar AS merupakan insentif bagi ekspor. Namun, ia berharap penguatan dollar AS tidak melebihi Rp 9.000 per dollar AS.

“Penguatan itu kalau untuk ekspor sih bagus, tapi jangan terus menurun (rupiahnya),” ujar Deddy seusai menghadiri rapat di Komisi VI DPR, Rabu (21/9/2011) sore.

Deddy menuturkan, menurut Bank Indonesia, posisi nilai tukar di sekitar Rp 9.000 per dollar AS masih aman. Belakangan ini, posisi rupiah memang melemah terhadap dollar AS. Pada Selasa (19/9/2011) pagi, rupiah turun 100 poin ke posisi Rp 8.870 per dollar AS. Kondisi ini dipicu oleh pemangkasan peringkat utang Italia yang akhirnya membuat pasar global kembali terpuruk.

Pada Rabu siang, rupiah pun kembali melemah ke posisi nilai tukar Rp 8.915 per dollar AS. “(Melemahnya rupiah) itu baguslah. Jadi, memberikan insentif untuk ekspor dan disinsentif untuk impor. Jadi bagus, tapi (dollar AS) jangan terlaku kuat juga,” tegas Deddy. Kompas

LinkJournal

One Comment to “Insentif Bagi Ekspor”

  1. This body cannot save the Constitution if we do not wake up to our deplorable situation and get politically active.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: