Demi Silicon Velley

LinkJournal–Silicon Valley merupakan tempat impian bagi pengusaha industri teknologi. Banyaknya kisah sukses dari Silicon Valley membuat para orang tua menginginkan anak-anaknya bisa sehebat co-founder PayPal, Peter Thiel. Melihat antusiasme para orang tua tersebut, Thiel menantang para siswa untuk drop out dari kampus dan mengikuti pelatihan wirausaha yang diadakan oleh Thiel.

Pada Rabu (24/10/2011), Thiel Foundation yang didirikan oleh Peter Thiel mengumumkan beasiswa angkatan pertama untuk 24 orang berusia di bawah 20 tahun. Jika terpilih, para siswa harus mengundurkan diri dari sekolah mereka karena akan mendapat hibah 100.000 dollar AS serta mendapat pelatihan dari yayasan tersebut untuk mendirikan perusahaan teknologi.

Tercatat 400 orang mendaftar dan menyatakan rela mundur dari kampus mereka. Thiel telah memilih 24 orang di antaranya untuk mendapatkan kesempatan yang ia tawarkan. Tiga orang dari 24 mahasiwa yang terpilih, di antaranya, Laura Deming (17) yang sedang mengembangkan terapi antipenuaan, Faheem Zaman (18) yang membangun sistem pembayaran mobile untuk negara-negara berkembang, dan John Burnham (18) yang melakukan penelitian pemanfaatan mineral dari asteroid dan komet.

Thiel mengatakan, ia mencari para mahasiswa yang bisa mengembangkan teknologi bagi hajat hidup orang banyak, tidak melulu bicara tentang sosial media. “Ada kebutuhan yang lebih mendesak untuk dilakukan inovasi, misalnya teknologi biomedis, nanoteknologi, transportasi, dan energi,” ujar Thiel seperti dikutip The New York Times.

Thiel memang tidak secara jelas mengatakan bahwa pendidikan formal tidak penting sehingga ia menyarankan para penerima beasiswa untuk mundur dari kampus. Ia hanya ingin para siswanya nanti lebih fokus mengembangkan perusahaan teknologi yang ingin mereka dirikan. Setelah mendapatkan bimbingan selama dua tahun di Thiel Foundation, para siswa boleh kembali untuk melanjutkan pendidikannya di perguruan tinggi.

Di Silicon Valley, mengikuti jejak Bill Gates, Mark Zuckerberg, dan Evan Williams, yang memilih untuk tidak melanjutkan sekolah, mungkin merupakan pilihan tepat bagi mereka. Namun, bagi yang ingin memiliki profesi lain di luar kegiatan wirausaha, beberapa profesi memerlukan derajat lanjutan. Dalam dunia kerja saat ini, gelar pendidikan seseorang masih penting.

“Saya berpikir, banyak lulusan perguruan tinggi yang tidak mendapatkan pekerjaan layak sehingga saya ingin melakukan sesuatu untuk memperbaiki keadaan ini. Sebelum lulus, mereka harus punya bekal menjadi wirausaha,” tambah Thiel.

Ayah Thiel juga pernah meragukan ketika Thiel memutuskan untuk berhenti dari kuliahnya, sebelum akhirnya menyetujui langkah yang diyakini putranya tersebut. “Saya lantas percaya, anak saya bisa melakukan sesuatu yang bisa mengubah dunia dalam waktu empat tahun, daripada ia hanya duduk di bangku kuliah,” ujar ayah Thiel.

http://m.kompas.com/tekno/read/2011/10/24/20444213/Rela..quot.Drop.Out.quot..demi.Mimpi.Silicon.Valley

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: