Kecemasan Obligasi Italy Menekan Laju Indeks

Pasar

Pasar gambar dari Tempo

LinkJournal–Terkoreksinya bursa Wall Street semalam yang kemudian diikuti bursa Asia pagi ini karena kecemasan investor terhadap tingginya imbal hasil obligasi Italia membuat indeks lokal berada di area negatif. Selain itu, aksi ambil untung yang dilakukan oleh para pemodal setelah indeks naik cukup signifikan kembali di atas level 3.800 juga membebani perdagangan bursa lokal.

Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia hingga pukul 10.04 WIB berada di level 3821,911, turun 11.129 poin (0,29 persen) dari penutupan Senin kemarin. Indeks sempat turun ke level terendahnya hari ini di 3.806. Saham sektor perbankan dan aneka industri memimpin penuruan indeks hari ini. Namun, naiknya saham sektor perkebunan membuat IHSG tidak jatuh terlalu dalam.

Volume perdagangan pagi ini mencapai 1,08 miliar unit senilai Rp 426,6 miliar, serta frekuensi 18,75 ribu kali. Harga 39 saham naik, 76 saham turun, serta 87 saham lainnya stagnan.

Kepala riset dari MNC Securities, Edwin Sebayang mengemukakan, perkembangan yang terjadi di Italia dan Yunani pekan lalu seiring mundurnya dua rezim yang dianggap bermasalah dan digantikan dengan pejabat sementara yang lebih enerjik dipercaya mampu memberikan sentimen positif bagi bursa global kemarin. Termasuk juga bursa Jakarta.

Ditambah lagi meningkatnya optimisme mengenai prospek ekonomi di bulan November yang ditandai naiknya tingkat kepercayaan konsumen ke level 64,2 dari posisi sebelumnya 60,9. “Jauh di atas perkiraan para analis 61,5 dan berada di level tertingginya dalam lima bulan terakhir,” tutur Edwin.

Sinyal ini memberikan harapan yang menggembirakan bagi suatu perekonomian dimana belanja konsumen AS adalah penyumbang 70 persen aktivitas perekonomian Negeri Paman Sam. Hal ini membuat indeks bergerak positif kemarin dan kembali berada di level 3.800.

Utang Italia yang mencapai 1,9 triliun euro (US$ 2,6 triliun) menjadi faktor negatif bagi kejatuhan bursa Eropa dan Wall Street mengawali pekan ini. Imbal hasil (yield) surat utang Italia dengan tenor lima tahun kembali menyentuh level tertingginya pada lelang Senin kemarin. Pemerintah Italia melepas obligasi senilai 3 miliar euro (US$ 4,08 miliar) dengan imbal hasil mencapai 6,2 persen, level tertinggi sejak 1997. “Padahal bulan Oktober kemarin imbal hasil yang diminta investor hanya 5,3 persen,” kata Edwin.

Hari ini indeks diprediksikan akan bergerak dalam rentang antara 3.785 sebagai batas bawah dan 3.872 sebagai batas atasnya. Strategi yang dapat diambil adalah beli saham di harga rendah pada saham Astra International (ASII), United Tractor (UNTR), Bank BRI (BBRI), Bank Mandiri (BMRI), serta Semen Gresik (SMGR). Tempo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: