Wall Street Terkekan Karena Kecemasan Obligasi Italy

Pasar

Pasar gambar dari Tempo

LinkJournal–Saham di bursa Wall Street pada perdagangan semalam turun setelah biaya pinjaman Italia melonjak, mengingatkan investor bahwa penyelesaian krisis Eropa makin bertambah berat. Indeks saham utama Dow Jones turun hampir 75 poin dimotori saham perbankan. Mata uang euro juga melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Bursa New York pekan lalu berhasil menguat karena Yunani dan Italia berhasil membentuk pemerintahan baru sehingga membuat masalah penyelesaian utang mereka lebih bisa dikontrol. Namun, awal pekan ini, kekhawatiran baru kembali muncul.

Pemerintah Italia harus membayar imbal hasil 6,29 persen pada lelang obligasi dengan tenor lima tahun, tingkat tertingginya sejak tahun 1997. Padahal bulan lalu, imbal hasil utangnya hanya sekitar 5,32 persen. Hal ini mengindikasikan bahwa investor masih khawatir akan kemampuan Italia membayar utangnya. Rabu lalu, bursa global rontok setelah yield utang Italia melonjak di atas 7 persen. Ditambah lagi, bank terbesar Italia, Uni Credit, melaporkan kerugian US$ 14,4 miliar menambah kecemasan investor.

“Permasalahan Italia sedang berurusan dengan Perdana Menteri mereka,” kata Dan Greenhaus, ahli stategi global dari broker BTIG. “Italia tidak bisa bisa keluar dari masalah dalam lima menit, ini butuh beberapa bulan,” paparnya.

Indeks Dow Jones pada perdagangan Senin, 14 November 2011 waktu setempat ditutup melemah 74,7 poin (0,6 persen) ke level 12.078,98. Bank of America jatuh 2,6 persen, dan JPMorgan Chase & Co turun 2,2 persen memimpin pelemahan saham komponen Dow Jones. Indeks S&P 500 terkoreksi 12,06 poin (1 persen) ke 1,251,79. Dan indeks saham teknologi Nasdaq juga turun 21,53 poin (0,8 persen) ke posisi 2.657,22.

Saham telah meningkat sejak awal Oktober lalu didorong oleh sinyal kemajuan penanganan krisis utang kawasan Eropa serta tumbuhnya pendapatan perusahaan serta membaiknya data ekonomi AS. Indeks S&P 500 bahkan telah melonjak 13,7 persen sejak 3 Oktober. Aliran dana lembaga keuangan ke bursa AS mencapai US$ 7,3 miliar pekan lalu, terbesar ketiga sepanjang tahun ini, menurut data dari EPFR Global.

Pekan ini, Delphi Otomotif dan tujuh perusahaan lainnya dijadwalkan akan mencatatkan sahamnya di bursa. Jika tidak ada ada halangan, ini akan menjadi penawaran perdana (IPO) terbesar dalam seminggu untuk empat tahun terakhir, menurut perusahaan penasehat IPO, Renaissance Capital.

Berita bagus juga muncul dari maskapai penerbangan Emirates yang memesan 50 pesawat Boeing 777, salah satu order terbesar yang diterima oleh perusahaan pembuat pesawat. Boeing juga mendapat pesanan 6 pesawat Boeing 787 dari pelanggan baru, Oman Air sehingga sahamnya berhasil menguat 1,5 persen di tengah negatifnya pasar.

Saham JC Penny jatuh 2,8 persen setelah perusahaan operator pusat belanja melaporkan kerugian kuartalan akibat biaya restrukturisasi. Perusahaan juga menurunkan proyeksi labanya di akhir kuartal tahun ini. Sedangkan saham Lowe Cos naik 1,7 persen setelah perusahaan pengecer keperluan perbaikan rumah melaporkan bahwa pendapatan dan labanya meningkat melebihi perkiraan para analis. Tempo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: