Awal Pekan Ini, IHSG Berpeluang Menguat

Jakarta – Mengawali pekan ini, pergerakan indeks BEI Senin awal pekan masih memiliki ruang untuk menguat setelah sebelumnya sempat tertekan. Selain ini, adanya keyakinan data inflasi Mei yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) masih terkendali menjadi pertimbangan investor untuk kembali masuk ke bursa.

Kata analis HD Capital Yuganur Wijanarko, pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) masih berpotensi untuk kembali menguat setelah mengalami tekanan, “Ekspektasi indeks BEI menuju level 5.000 poin masih akan berjalan,”ujarnya di Jakarta, kemarin.

Dirinya merekomendasikan beberapa saham yang dapat diperhatikan diantaranya Astra International (ASII), Bank Rakyat Indonesia (BBRI), Mitra Adiperkasa (MAPI), Ace Hardware Indonesia (ACES). Asal tahu saja, akhir pekan kemarin, indeks di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup anjlok 91,670 poin (1,84%) ke level 4.893,908. Sementara Indeks LQ45 jatuh 24,121 poin (2,84%) ke level 824,551.

Menurut Yuganur, saham-saham di Bursa Efek Indonesia dilanda aksi ambil untung akibat pelemahan rupiah terhadap dolar AS pada akhir pekan kemarin. Pada Jumat, mata uang rupiah yang ditransaksikan antar bank di Jakarta melemah sebesar 42 poin menjadi Rp11.674 dibandingkan sebelumnya di posisi Rp11.632 per dolar AS.

Dia menambahkan bahwa faktor hari libur yang cukup banyak pada pekan ini juga menjadi salah satu pemicu pelaku pasar saham melakukan ambil untung. Pada perdagangan kemarin, sembilan dari sepuluh sektor di lantai bursa terpangkas. Tercatat yang paling dalam adalah aneka industri dengan koreksi lebih dari empat persen. Indeks sektor perdagangan jadi satu-satunya yang masih positif.

Ini merupakan kali pertamanya investor asing melakukan jual bersih (foreign net sell) di bulan ini. Transaksi jual asing tercatat sebesar Rp 469,18 miliar di pasar reguler dan negosiasi. Sejak awal bulan tahun ini asing rata-rata melakukan beli bersih tiap perdagangan. Dana asing yang parkir di bursa masih sangat tinggi, saat ini mencapai Rp 41,5 triliun. Aksi jual oleh investor asing ini terjadi di saham-saham unggulan, seperti di sektor konsumer dan perbankan.

Perdagangan berjalan ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 206.153 kali pada volume 7,912 miliar lembar saham senilai Rp 9,529 triliun. Sebanyak 119 saham naik, 193 turun, dan 63 saham stagnan. Hanya satu pasar saham di Asia yang bisa menguat, yaitu bursa Hong Kong. Sisanya terjebak di zona merah menutup perdagangan akhir pekan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Siloam (SILO) naik Rp 1.800 ke Rp 15.000, Maskapai Reasuransi (MREI) naik Rp 910 ke Rp 4.900, Bank of India (BSWD) naik Rp 900 ke Rp 4.550, dan Gowa Makassar (GMTD) naik Rp 475 ke Rp 8.000. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Multi Bintang (MLBI) turun Rp 6.500 ke Rp 1,11 juta, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.900 ke Rp 52.050, Unilever (UNVR) turun Rp 1.075 ke Rp 29.125, dan Indocement (INTP) turun Rp 975 ke Rp 22.650.

Pada perdagangan sesi pertama, indeks BEI ditutup anjlok 50 poin (1,01%) ke level 4.935,196. Sementara Indeks LQ45 jatuh 12,187 poin (1,44%) ke level 836,485. Sembilan dari 10 sektor di lantai bursa terkena koreksi, yang paling dalam adalah sektor infrastruktur dengan pelemahan lebih dari 2%. Indeks sektor perdagangan jadi satu-satunya yang masih positif.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 104.621 kali pada volume 3,575 miliar lembar saham senilai Rp 3,649 triliun. Sebanyak 88 saham naik, 182 turun, dan 67 saham stagnan. Bursa regional
bergerak mixed pada sesi pertama, ada yang menguat dan sebagian melemah di zona merah. Sentimen Wall Street tidak diserap dengan baik oleh pelaku pasar Asia.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Maskapai Reasuransi (MREI) naik Rp 910 ke Rp 4.900, Bank of India (BSWD) naik Rp 900 ke Rp 4.550, HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 500 ke Rp 69.000, dan United Tractor (UNTR) naik Rp 350 ke Rp 22.350. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top loser antara lain Multi Bintang (MLBI) turun Rp 500 ke Rp 1,12 juta, Surya Toto (TOTO) turun Rp 375 ke Rp 6.800, Astra Agro (AALI) turun Rp 350 ke Rp 27.450, dan Bukit Asam (PTBA) turun Rp 350 ke Rp 10.800.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka menguat 11,12 poin atau 0,22% menjadi 4.996,70, sedangkan indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 2,85 poin (0,34%) ke level 851,57,”Sentimen dari bursa saham Amerika Serikat dan juga data inflasi Jepang yang mengalami kenaikan menjadikan bursa Asia, termasuk indeks BEI dibuka menguat tipis,” kata analis Samuel Sekuritas Aiza.

Dia menuturkan, penguatan bursa AS didorong oleh membaiknya data klaim pengangguran dan juga spekulasi membaiknya ekonomi AS pada kuartal kedua. Hal itu, kata dia, sekaligus menutupi sentimen negatif dari data produk domestik bruto (PDB) AS pada kuartal pertama 2014 yang lebih buruk dari estimasi.

Tercatat bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng dibuka menguat 125,80 poin (0,55%) ke level 23.135,94; indeks Nikkei turun 33,77 poin (0,23%) ke level 14.647,95; dan Straits Times melemah 10,46 poin (0,31%) ke posisi 3.290,56.

Tags: , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: