IHSG Fluktuatif, Mainkan Tujuh Saham

Jakarta Hingga penutupan sore nanti, laju IHSG diprediksi fluktuatif cenderung menguat dengan support di 4.910 dan resisten di 4.980.

David Sutyanto, analis riset First Asia Capital mengatakan, setelah terkoreksi hingga 1% pada awal pekan ini, IHSG kemarin berhasil menguat 1,25% ditutup di 4.946,090. “Penguatan terjadi di tengah tipisnya nilai transaksi yang hanya mencapai Rp3,59 triliun di Pasar Reguler,” katanya, di Jakarta, Rabu (11/6/2014).

Sedangkan nilai tukar rupiah atas dolar AS kemarin, lanjut dia, melemah tipis di 11.806. “Pergerakan IHSG yang cenderung fluktuatif dalam dua sesi perdagangan terakhir mengindikasikan risiko pasar cenderung meningkat terutama kekhawatiran terjadinya pembalikan arus dana asing menyusul memburuknya perkembangan ekonomi domestik,” ujarnya.

Lalu, Bank Indonesia (BI) menurunkan perkiraan pertumbuhan ekonomi tahun ini menjadi hanya 5,15% dari proyeksi sebelumnya 5,35%. Di sisi lain Indonesia menghadapi ancaman membengkaknya defisit transaksi berjalan kuartal dua tahun ini setelah neraca perdagangan April lalu defisit US$1,96 miliar yang menyebabkan tekanan atas rupiah.

Akibatnya, kata dia, pasar berspekulasi BI akan kembali menaikkan tingkat bunganya 25 basis poin dalam waktu dekat menjadi 7,75%. “Namun bulan ini BI diperkirakan masih akan menahan tingkat bunganya di 7,5%. Hal ini membuat pasar kembali berspekulasi memburu saham- saham yang sensitif interest rate,” tuturnya.

Memasuki perdagangan tengah pekan ini, David memperkirakan, IHSG bergerak fluktuatif dengan support di 4.910 dan resisten di 4.980. “Peluang penguatan lanjutan diperkirakan masih akan terjadi,” tuturnya.

Sementara Wall Street tadi malam ditutup flat. Indeks Dow Joes Industrial Average (DJIA) ditutup di level tertingggi baru di 16.945,92 menguat tipis 0,02%. Sedangkan indeks S&P ditutup di 1.950,79 turun tipis 0,02%. Secara teknikal, IHSG support pertama di angka 4.930 dan support kedua di posisi 4.910.

Di sisi lain, resisten pertama di angka 4.980 dan resisten kedua di posisi 5.010. Di atas semua itu, David menyodorkan beberapa saham pilihan sebagai bahan pertimbangan para pemodal.

Saham-saham tersebut adalah:
1. PT Astra Internasional (ASII) Saham PT Astra Internasional (ASII) dalam kisaran Rp7.300-7.600, trading buy, stop loss di Rp7.250.

2. PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) Saham PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) dalam kisaran Rp10.100-10.400, trading buy, stop loss di Rp10.000.

3. PT Telekomunikasi Indonesia (TLKM) Saham PT Telekomunikasi Indonesia (TLKM) dalam kisaran Rp2.510-2.580, trading buy, stop loss di Rp2.460.

4. PT Bank Tabungan Negara (BBTN) Saha PT Bank Tabungan Negara (BBTN) dalam kisaran Rp1.010-1.080. Buy, stop loss di Rp970.

5. PT Japfa Comfeed Indonesia (JPFA) Saham PT Japfa Comfeed Indonesia (JPFA) dalam kisaran Rp1.270-1.310, trading buy, stop loss di Rp1.250.

6. PT Gajah Tunggal (GJTL) Saham PT Gajah Tunggal (GJTL) dalam kisaran Rp1.875-1.950, trading buy, stop loss di Rp1.850.

7. PT Adaro Energy (ADRO) Saham PT Adaro Energy (ADRO) dalam kisaran Rp1.290-1.340, trading buy, stop loss di Rp1.260.

<a href="https://www.paypal.com/cgi-bin/webscr?cmd=_s-xclick&amp;hosted_button_id=RGPWLERZYQEJU"><img src="https://www.paypal.com/en_US/i/btn/btn_donate_LG.gif" alt="" /></a>

Tags: , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: