Pasar Saham Asia Melemah, Ikut Terseret Kisruh Irak

Link Journal – Pasar saham Asia mengawali transaksi pekan ini dengan gerakan menurun. Kondisi ini dipengaruhi eskalasi kekisruhan di Irak, sehingga membebani sentimen investor. Seperti diberitakan CNBC, Senin 16 Juni 2014, aksi pemberontak yang terjadi di Irak telah merebut kawasan barat laut kota Tal Afar memperkuat kedudukan mereka di wilayah utara negara penghasil minyak itu.
Mereka mengaku serangan itu terjadi setelah 1.700 tentara diterjunkan pemerintah selama akhir pekan. Amerika Serikat telah mengirimkan sebuah kapal induk ke Teluk Persia atas ancang-ancang Presiden Barrack Obama untuk melakukan serangan udara terhadap pemberontak.

Iran yang merupakan negara tetangga Irak dilaporkan mempertimbangkan prospek bekerja sama dengan AS untuk membantu memulihkan situasi keamana di kawasan.

Indeks Nikkei di bursa Tokyo pagi ini melemah 0,4 persen. Indeks acuan pasar saham Jepang ini diperdagangkan pada level 15.035,25 atau turun setelah membukukan kenaikan mingguan 0,1 persen pada Jumat pekan lalu.

Penguatan nilai tukar yen dipicu aksi beli yang marak karena mata uang itu ditransaksikan pada level di bawah 102 per dolar AS. Saham Mitsubishi Heavy Industries naik 0,6 persen ditengah isu pemberitaan bahwa perusahaan itu bekerja sama dengan Siemens untuk membagi bisnis gas dan turbin uap Alstom.

Mitsubishi dan pemerintah Perancis juga dikabarkan mempertimbangkan untuk membeli saham Alstom masing-masing sebanyak 10 persen dari Bouygues Perancis. Saham Honda Motor turun 0,5 persen setelah mengatakan bahwa mereka mengharapkan untuk menarik lebih dari 1 juta kendaraan dengan kantong udara berpotensi rusak. Adapun saham Takata, produsen kantong udara, melonjak 1 persen.

Sementara itu, indeks S&P ASX 200 di bursa Sydney cenderung bergerak datar. Indeks patokan pasar saham Australia ini diperdagangkan pada level 5.381,30.

Saham penambang berada di bawah tekanan karena harga bijih besi terus menurun, merosot hingga sekitar US$90 per ton. Saham Fortescue Metals jatuh lebih dari 2 persen, sedangkan saham Atlas Iron kehilangan 6 persen.

Adapun indeks Kospi di bursa Seoul stabil. Indeks utama pasar saham Korea Selatan ini diperdagangkan pada level 1.988,50 atau memperpanjang kerugian setelah mengalami sesi terburuknya selama tujuh pekan terakhir pada sesi Jumat lalu.

Saham perusahaan telekomunikasi menjadi sorotan di pasar karena isu pembertaan bahwa Seoul dan Uni Eropa diperkirakan akan mengumumkan kesepakatan pada jaringan 5G. Saham SK Telecom dan KT Corp menguat masing-masing 0,2 persen.

Tags: , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: