Aksi Korporasi Beberapa Perusahaan Dongkrak Saham Wall Street

New York – Indeks saham Wall Street ditutup menguat terimbas rencana aksi korporasi beberapa perusahaan. Namun peguatannya tak terlalu besar karena masih dibayangi sentimen akan ketegangan di Irak.
[categor Link Pasar, Link Bisnis]
Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) menguat 5,27 (0,03 persen) menjadi 16.781,01, Indeks Standard & Poor 500 naik 1,62 (0,08 persen) menjadi 1.937,78, Indeks Nasdaq menguat 10,45 (0,24 persen) menjadi 4.321,10 dan Indeks TSX naik 38,82 (0,26 persen) menjadi 15.040,43.

Menghijaunya indeks saham di Amerika Serikat (AS) ini dipicu akan beberapa rencana aksi korporasi perusahaan besar di Amerika menjelang akhir semester pertama 2014 ini. Saham perusahaan penyedia produk-produk kesehatan terkemuka di dunia, Covidien (COV) menguat 20 persen sehingga mencetak rekor ke level US$ 86,75.

Kenaikan saham Covidien ini dipicu akan rencana dari sebuah perusahaan teknologi obat-obatan di Amerika Serikat, Medtronic, untuk membeli 29 persen saham Covidien. Sedangkan saham Medtronic sendiri justru mengalami penurunan 1,1 persen menjadi US$ 60,03. Penurunan berturut-turut selama enam hari ini.

Dengan adanya aksi korporasi dua perusahaan obat-obatan besar ini kemungkinan akan menjadi pesaing utama Johnson & Johnson, perusahaan perangkat medis terbesar di dunia. Saham Williams COmpanies juga mengalami penguatan sebesar 19 persen sehingga mencetak rekor ke level US$ 56,02.

Kenaikan saham perusahaan pengolah dan pengangkut gas alam ini terjadi setelah perusahaan tersebut setuju untuk menandatangani pembelian kontrak gas Midstream Partners LP sebesar US$ 6 miliar. Kontrak yang dilakukan oleh kedua perusahaan ini merupakan salah satu kontrak terbesar yang memberikan hembusan nafas segar di saat beberapa negara sedang meningkatkan eksplorasi gas alam.

Saham Midstream sendiri juga mengalami kenaikan sebesar 1,9 persen menjadi US$ 66,57. Saham perusahaan pembuat perangkat keras dan aplikasi teknologi Informasi, Fusion-io Inc, juga melonjak sebesar 22 persen menjadi US$ 11,36 setelah SanDisk Corp setuju untuk membeli perusahaan tersebut sekitar US$ 1,1miliar.

Saham SanDisk sendiri juga ikut naik sebesar 2,6 persen menjadi US$ 102. Saham Home Depot Inc naik 1,1 persen menjadi US$ 78,90. kenaikan saham Home Depot merupakan kenaikan tertinggi dalam saham-saham yang ada di dalam indeks DJIA.

Kenaikan Saham Home Depot menandakan bahwa investor di negara Paman Sam tersebut percaya bahwa pertumbuhan pasar perumahan di Amerika bakal tinggi sehingga meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Kepala Analis Pasar Saham Williams Capital Group LP, New York, Stephen Carl mengatakan, saat ini pasar saham di Amerika sedang mencari arah.

“Data beberapa perusahaan menunjukkan perbaikan tetapi masih ada sentimen dari ketegangan di Irak,” jelasnya seperti ditulis oleh Bloomberg, Selasa (17/6/2014). Konflik di Irak sendiri sampai saat ini belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Ketegangan antara militan Sunni dengan Syah terus memuncak.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: