Gerakan Pasar Saham Asia Bervariasi, Investor Soroti Situasi di Irak

LinkJournal – Pasar saham Asia mengawali sesi perdagangan Rabu dengan gerakan beragam karena investor menanti keputusan dari Federal Reserve terkait kebijakan moneter AS. Seperti diberitakan CNBC, Rabu 18 Juni 2014, saham-saham di Wall Street AS menguat untuk sesi ketiga karena dukungan data inflasi menunjukkan kenaikan sehingga mengimbangi kekhawatiran atas perkembangan yang terjadi di Irak.
Indeks harga konsumen untuk bulan Mei dilaporkan melonjak 0,4 persen atau lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya. Data itu dirilis menjelang The Fed memlulai pertemuan pejabat bank sentral AS itu yang mengagendakan peninjauan kebijakan pelonggaran moneter.

Situasi di Irak menjadi sorotan di pasar. Harga minyak mentah Brent masih stabil di atas US$113 per barel setelah pertempuran terjadi selasa kemarin di kota Baquba yang terletak di kawasan timur laut Baghdad, ibukota Irak, dan menutup kilang minyak terbesar di negara itu.

Indeks Nikkei di bursa Tokyo pagi ini naik 0,4 persen. Indeks acuan pasar saham Jepang ini diperdagangkan pada level 15.025,39 atau naik untuk sesi kedua berturut-turut meskipun data perdagangan Mei yang mengecewakan dirilis sebelum pasar dibuka.

Ekspor Jepang turun 2,7 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, sementara impor turun 3,6 persen atau mengecewakan karena prediksinya mengalami kenaikan 1,7 persen. Saham Fast Retailing naik 0,7 persen setelah perusahaan mengatakan berencana untuk meningkatkan ekspansi merek luar negeri.

Di antara saham yang mendapat keuntungan paling banyak di awal transaksi bursa adalah Panasonic dengan reli 2 persen, sedangkan saham Hino Motors naik 1,7 persen.

Sementara itu, indeks S&P ASX 200 di bursa Sydney turun 0,1 persen. Indeks patokan pasar saham Australia ini diperdagangkan pada level 5.399,60 atau memperpanjang kerugian memasuki hari kedua. Saham pengecer David Jones naik 0,2 persen setelah pemegang saham Woolworths Afrika Selatan sepakat untuk mendukung pengambilalihan perusahaan.

Saham Woodside Petroleum tenggelam hampir 4 persen setelah Royal Dutch Shell mengatakan akan menjual 19 persen saham di perusahaan itu senilai US$5,7 miliar.

Adapun indeks Kospi di bursa Seoul tergelincir 0,2 persen. Indeks utama pasar saham Korea Selatan ini diperdagangkan pada level 1.995,98 atau terpukul kerugian beruntun dalam dua sesi perdagangannya. Indeks Kospi terseret oleh penurunan 1 persen di saham bluechip Hyundai Motor.

Tags: , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: