Sentimen The Fed Tak Mampu Bikin Rupiah Perkasa

Jakarta – Nilai tukar rupiah kemarin menguat tipis setelah sempat menyentuh level terendah dalam empat bulan ini. Namun, hari ini rupiah kembali tertekan.
Rupiah sulit untuk bangkit karena tertekan harga minyak. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia hari ini tercatat Rp 11.967 per dolar AS, melemah dibanding sehari sebelumnya yang tercatat Rp 11.916 per dolar AS.

Sedangkan data valuta asing Bloomberg menunjukkan pagi ini nilai tukar rupiah dibuka di level Rp 11.943 per dolar AS, melemah tipis dibanding penutupan kemarin yang berada di level Rp 11.935 per dolar AS. Namun pada pukul 10.30 WIB, nilai tukar rupiah kembali tertekan ke level Rp 11.970 per dolar AS.

Faktor Teknikal
Analis Mata Uang Westpac Banking Corp, Singapura, Jonathan Cavenagh menjelaskan, rupiah menguat tipis karena terimbas pengumuman Bank Sentral AS (The Federal Reserve/The Fed). Kemarin, Janet Yellen, Gubernur The Fed memastikan bahwa mereka belum akan menaikkan suku bunga acuan dalam waktu dekat ini.

Langkah tersebut dilakukan karena The Fed melihat bahwa suku bunga rendah masih diperlukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di Amerika. Pengumuman tersebut membuat permintaan akan aset-aset keuangan di negara berkembang seperti Indonesia kembali tinggi.

“Indonesia memiliki tingkat suku bunga yang cukup tinggi dibanding dengan Amerika maka menarik bagi investor,” jelasnya seperti ditulis oleh Bloomberg. Semula, beberapa pelaku pasar memang sedikit menahan pembelian aset-aset keuangan di Amerika karena menunggu pengumuman dari The Fed.

Jika The Fed menaikkan suku bunga, maka kemungkinan besar pelaku pasar memilih untuk menempatkan sebagian besar asetnya ke instrumen keuangan di Amerika yang memiliki ketahanan ekonomi yang lebih baik dibanding negara berkembang.

Faktor Fundamental
Kepala Riset PT Universal Broker Securities, Satrio Utomo menuturkan, seharusnya dengan pengumuman yang dikeluarkan oleh Yellen tersebut membuat aliran dana kembali masuk ke Indonesia. “Dampak awal akan terlihat pada rupiah dan kemudian berimbas kepada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG),” jelasnya.

Tetapi ternyata, aliran dana tersebut tidak besar. Salah satu hal yang menahan masuknya aliran dana ke Indonesia secara besar-besaran adalah ajang laga Piala Dunia 2014 yang dalam sejarahnya memang selalu membuat transaksi di pasar keuangan dan pasar saham tak terlalu tinggi.

Dalam beberapa hari ini, nilai transaksi di pasar saham tercatat di level Rp 4 triliun, lebih rendah dibanding rata-rata tahun lalu yang tercatat sebesar Rp 6 triliun. Ekonom PT Bank Central Asia Tbk (BCA), David Sumual menambahkan, sulitnya rupiah untuk kembali menguat juga disebabkan karena fundamental perekonomian Indonesia belum kuat.

Terlihat, neraca perdagangan Indonesia pada bulan April kemarin defisit dan kemungkinan besar akan terus berlanjut pada bulan Mei. Apalagi, harga minyak mentah terus melambung terimbas konflik di Irak dan Ukraina.

“Kenaikan harga minyak ini tidak terduga karena konflik baru pecah di kuartal II ini,” kata David. Dengan kenaikan harga minyak tersebut, Indonesia sebagai importir minyak tentu saja akan membutuhkan dolar lebih banyak untuk membeli minyak. Hal tersebut membuat rupiah terus tertekan.

Pergerakan Rupiah
Dalam jangka pendek, rupiah akan terus tertekan. Kemungkinan besar rupiah akan terus berada di level Rp 11.900 per dolar AS hingga Rp 12.000 per dolar AS.

Sedangkan jangka panjang, david memperkirakan rupiah akan berada di level Rp 11.600 per dolar AS hingga Rp 11.700 per dolar AS. “Tetapi dengan naiknya minyak kemungkinan akan berada di kisaran Rp 11.800 per dolar AS,” pungkasnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: