Menguat Tipis, Rupiah Tertolong Keputusan The Fed

Jakarta – Mengawali pekan ini, nilai tukar rupiah kembali menguat tipis. Hal ini dipicu dari sentimen tekanan terhadap rupiah mulai mereda. Ditambah dolar Amerika Serikat (AS) cenderung melemah terhadap mata uang utama lainnya.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia hari ini tercatat Rp 11.971 per dolar AS, melemah dibandingkan akhir pekan lalu di kisaran Rp 11.967 per dolar AS.

Sedangkan data valuta asing Bloomberg menunjukkan pagi ini nilai tukar rupiah dibuka di level Rp 11.965 per dolar AS, menguat tipis dibanding penutupan akhir pekan lalu yang berada di level Rp 11.973 per dolar AS. Namun, pada pukul 10.32 WIB, nilai tukar rupiah menguat ke level Rp 11.948. Sayang hanya sebentar, rupiah kembali ke level Rp 11.969.

Analis Pasar Uang PT Bank Himpunan Saudara Tbk, Rully Nova menuturkan, tekanan terhadap rupiah agak berkurang. Hal itu karena dolar AS melemah terhadap mata uang utama lainnya seperti euro, yen, dan poundsterling.

Pelemahan dolar AS merespons hasil sidang FOMC Bank Sentral AS (The Fed) yang sebelumnya tidak ada indikasi rencana kenaikan suku bunganya. "Jadi belum ada kepastian suku bunga naik. Pelaku pasar pun mulai menempatkan dana di emerging market," ujar Rully, Senin (23/6/2014).

Sementara itu indeks Bloomberg mencatat dolar AS melemah 0,1 persen menjadi 1.008,87 pada pukul 11.28 waktu Tokyo. Level itu terendah sejak 19 Mei. Sejumlah mata uang utama pun menguat terhadap dolar seperti euro diperdagangkan di US$ 1.3597 per euro dari periode 20 Juni di level US$ 1.36.

Analis Commonwealth Bank of Australia, Joseph Capurso mengatakan, ada sedikit data ekonomi yang akan mendorong dolar AS pada pekan ini. Menurut dia, sulit untuk melihat katalis yang mendorong dolar.

"Suku bunga yang sangat rendah dan kelebihan likuiditas yang sangat besar bahwa bank-bank besar menempatkan ke dalam sistem keuangan global yang meredam volatilitas," ujar Capurso.

Prediksi Rupiah

Rully memperkirakan, rupiah masih cenderung menguat pada awal pekan ini. Nilai tukar rupiah akan bergerak di kisaran Rp 11.940-Rp 11.960 per dolar AS. "Kalau untuk jangka menengah panjang gerak rupiah tergantung dari kondisi neraca perdagangan. Kalau kembali alami defisit maka rupiah sulit menguat," kata Rully.

Analis PT Bank Mandiri Tbk, Renny Eka Putri mengatakan, nilai tukar rupiah masih bergerak di kisaran sempit di kisaran 11.900. Nilai tukar rupiah cenderung menguat pada awal pekan ini, Renny menilai, hal itu dipicu dari minimnya sentimen di pasar. "Rupiah menguat tipis secara sentimen berkurang di pasar. Rupiah cenderung konsolidasi," ujar Renny.

Ia memperkirakan, nilai tukar rupiah masih ada kecenderungan melemah pada pekan ini. Faktor yang mempengaruhi rupiah selama sepekan antara lain Pertama, minimnya sentimen positif di pasar. Apalagi data ekonomi dari BPS dan BI sudah keluar pada awal bulan.

Kedua, kebutuhan dolar AS cenderung meningkat pada akhir bulan. Mengingat perusahaan membutuhkan dolar untuk pembiayaan. Ketiga, keputusan bank sentral Amerika Serikat untuk memotong program pembelian obligasinya menjadi US$ 35 miliar juga mempengaruhi gerak dolar AS.

"Konflik di Irak juga membuat pelaku pasar cenderung spekulasi berkaitan dengan harga minyak. Kondisi global membuat situasi jadi tak stabil sehingga pelaku pasar memilih safe heaven," ujar Renny.

Renny memprediksikan, rupiah akan berada di kisaran Rp 12.015-Rp 11.895 per dolar Amerika Serikat pada pekan ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: