Pelaku Pasar Khawatir Suku Bunga AS Naik, Bursa Asia Melemah

Bursa_Saham_Asia-ok.JPG

LinkJournal – Mengikuti bursa saham global, bursa saham Asia tertekan dengan indeks saham acuan regional tergelincir dari level tertinggi dalam enam tahun. Hal itu seiring Yen menguat di tengah spekulasi atas prospek suku bunga Amerika Serikat (AS).

Pada perdagangan saham, Selasa (8/7/2014), indeks saham MSCI Asia Pacific turun 0,3 persen pada pukul 09.18 waktu Tokyo. Indeks saham acuan ini pertama kali melemah dalam tiga hari ini.

Penurunan indeks saham ini didorong dari indeks saham Jepang Topix melemah 0,8 persen. Indeks saham Jepang Nikkei turun 0,5 persen ke level 15.304,27 pada awal perdagangan saham.

Pelemahan indeks saham ini juga diikuti indeks saham Australia melemah 0,3 persen ke level 5.503,10. Indeks saham Selandia Baru NZX 50 tergelincir 0,4 persen.

Sementara itu, indeks saham Korea Selatan Kospi menguat 0,1 persen. Hal itu dipicu dari harga saham Samsung yang melonjak 1,3 persen setelah perseroan melaporkan laba operasi kuartal kedua. Adapun Samsung memiliki bobot terbesar kedua di indeks MSCI Asia Pacific setelah saham Toyota Motor Corp.

Sentimen kekhawatiran pelaku pasar terhadap suku bunga acuan AS telah menekan indeks saham. Goldman Sachs Group telah memprediksikan suku bunga acuan akan meningkat pada 2015. Sementara itu, bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve akan mempublikasikan hasil pertemuan Juni pada Rabu waktu setempat.

"Pasar khawatir dengan kebijakan The Fed. Jika suku bunga naik lebih cepat dari perkiraan sebelumnya maka pasar saham bereaksi negatif untuk itu.Namun, pasar saham akan kembali pulih dalam beberapa bulan ke depan," ujar Komal Sri Kumar, Found Sri Kumar Global Strategies Inc, seperti dikutip dari Bloomberg.

Selain itu, pelaku pasar juga mencermati rilis ekonomi Jepang dan China. Pemerintah China akan merilis data inflasi pada Rabu esok, dan Jepang merilis neraca perdagangan pada hari ini.

Untuk pasar komoditas, harga emas cenderung stabil di kisaran US$ 1.317,60 per ounce. Harga minyak Brent melemah 26 sen ke level harga US$ 109,98 dan harga minyak AS turun 11 sen menjadi US$ 103,42 per barel.

Tags: , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: