Rupiah Bakal Stabil Setelah Pemilihan Presiden

Rupiah Bakal Stabil Setelah Pemilihan Presiden

LinkJournal – Menteri Perindustrian Mohammad Solaeman Hidayat optimistis kurs rupiah terhadap dolar AS bakal kembali stabil setelah usainya pemilihan presiden pada 9 Juli 2014. "Saya rasa akan lebih stabil kalau sudah pemilu. Tapi dengan catatan bahwa proses pemilunya dilakukan dengan benar," kata dia usai buka puasa bersama di Kementerian Perindustrian di Jakarta, Senin, 7 Juli 2014.

Menurut Hidayat, investor lebih mengkhawatirkan stabilitas politik dalam negeri saat ini. Namun dirinya meyakinkan bahwa keamanan dalam negeri telah dijamin oleh TNI dan Polri.

Adaptasi investasi dan Rupiah terhadap Presiden terpilih nantinya, menurut Hidayat, juga tidak akan berlangsung lama. "Kalau quick count mengumumkan pemenang di hari yang sama dan semua orang menerima, maka stabilitas rupiah akan langsung pulih. Soalnya menunggu KPU kan bisa sampai sebulan," ujar dia.

Hidayat juga menambahkan bahwa siapapun presiden yang terpilih, harus bisa menghasilkan ketentraman dan kestabilan dunia usaha. "Karena dunia usaha itu intinya cuma butuh stabilitas," kata Hidayat.

Pada penutupan perdagangan kemarin, rupiah menguat 160 poin ke level 11.712 per dolar AS. Penguatan ini adalah yang paling tajam setelah 14 Maret 2014. Sentimen positif dari dalam negeri juga menjadikan rupiah sebagai satu-satunya mata uang Asia yang berhasil membuat dolar keok.

Penguatan rupiah, berbanding terbalik dengan sejumlah mata uang lainnya. Hingga kemarin sore, sejumlah mata uang keok terpukul penguatan dolar AS. Dolar Hong Kong misalnya melemah ke 1,2465 per dolar AS, won Korea melemah 0,17 persen ke 1.010,57 per dolar AS, dan baht melemah 0,1 persen ke 32,40 per dolar AS.

Ekonom PT Bank International Indonesia, Juniman, mengatakan penguatan tajam rupiah disebabkan oleh euforia menjelang pemilihan presiden. Pelaku pasar, khususnya investor asing, melihat Indonesia berhasil melewati masa kampanye dengan sukses dan tanpa gejolak. "Investor meyakini situasi kondisif ini akan terus berlangsung sampai pemilihan presiden."

Di sisi lain, posisi rupiah dinilai sudah terlalu rendah (undervalued) setelah melemah hingga level 12.100 per dolar di pekan lalu. Aksi investor asing melepas rupiah akhirnya berhenti. "Asing justru kembali masuk secara agresif ke pasar domestik untuk mengantisipasi pemilu presiden," ujar Juniman.

Tags: , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: