Malaysia merger tiga bank, BI sebut Indonesia harus tiru

Malaysia merger tiga bank, BI sebut Indonesia harus tiru

LinkJournal – Bank Indonesia menilai merger tiga bank terkemuka di Malaysia sebagai persiapan krusial menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015. Kalau memungkinkan, Indonesia sepatutnya melakukan hal yang sama.

Merger antar bank ini akan menghasilkan permodalan yang memadai buat ekspansi ke negara tetangga saat perbankan Asia Tenggara diliberalisasi. Agenda itu bakal terwujud 2020.

"Kalau saya ditanya tentang rencana merger bank Malaysia CIMB dan institusi yang lain, itu sudah langkah yang baik. Seperti di Malaysia, di Indonesia juga perlu ada konsolidasi untuk membentuk satu bank yang kuat dan sehat untuk ekspansi bahkan ke negara anggota ASEAN," kata Gubernur BI Agus D.W Martowardojo di kantornya, Jakarta, Senin (14/7) malam.

Tiga bank Negeri Jiran yakni CIMB Group, RHB Capital, serta Malaysia Building Society sepakat melakoni merger. Alhasil, lahirlah bank baru dengan aset setara Rp 2.300 triliun. Indonesia, dalam pandangan Agus, sebetulnya mampu mengupayakan merger bank besar seperti di Malaysia.

Apalagi, BI sejak lama sudah memiliki Arsitektur Perbankan Indonesia (API), yang hendak menyusutkan jumlah bank dari 120 unit menjadi 80 unit saja. Saat ini, penanggung jawab program tersebut adalah Otoritas Jasa Keuangan.

Agus mendengar akan ada revisi atas arsitektur itu, sehingga dia bakal mengupayakan dialog dengan lembaga superbody tersebut. "Saya memahami OJK ada rencana mengeluarkan revisi arsitektur perbankan dan tentunya dari sisi makro prudential, BI akan menyampaikan pandangannya," kata gubernur BI.

Akan sangat disayangkan, bila liberalisasi pasar ASEAN justru tidak menguntungkan pelaku perbankan di Indonesia. Agus melihat selepas dihajar krisis ekonomi 1997, para bankir di Tanah Air serius berbenah, dan punya potensi menguasai pasar di kawasan.

"Perbankan Indonesia sejak krisis tahun 1997 itu terus membangun kesiapan dari sektor perbankan. Dan nanti di MEA itu akan bisa membuat bank-bank Indonesia hadir di negara anggota ASEAN," ujarnya.

Beberapa bulan lalu, Kementerian BUMN sebetulnya berniat merealisasikan akuisisi PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) oleh PT Bank Mandiri Tbk (BMRI). Serikat pekerja BTN sempat menggelar unjuk rasa, ketika mendengar mereka hendak disatukan dengan sesama bank pelat merah itu. Adapun rencana ini tidak disetujui Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Alasannya, keputusan akuisisi bisa mengganggu situasi menjelang pemilihan umum presiden.

Tags: ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: