Petani Pilih Menahan Gabah, Antisipasi Harga Beras Melambung

121014petani-banjar.jpg

LinkJournal – Mengantisipasi harga beras kian melambung, petani di wilayah Kota Banjar lebih banyak menahan gabah. Diperkirakan harga beras bakal terus merangkak naik, seiring dengan selesainya masa panen.

Pantauan di Pasar Gede yang merupakan pasar tradisional terbesar di Kota Banjar, Minggu (12/10/2014), harga beras kualitas biasa, rata-rata sudah menembus Rp 7.600 per kilogram. Harga tersebut melonjak Rp 200 – Rp 300 per kilogram dibandingkan kondisi seminggu sebelumnya.

Sedangkan untuk beras kualitas lebih baik atau medium, sudah mencapai Rp 7.800. Beras kualitas bagus rata-rata sudah mencapai Rp 8.000 per kilogram. Diperkirakan harga beras juga bakal semakin merangkak naik.

Beberapa petani di wilayah Kecamatan Pataruman, Kota Banjar mengungkapkan tindakan pemenahan gabah sudah mulai dilakukan saat masa panen menjelang musim kemarau. Hal itu dilakukan, karena petani sudah memerkirakan harga beras bakal naik.

"Biasanya ketika panen terakhir, menjelang kemarau, harga beras bakal naik. Dari pada dijual lebih baik sebagian disimpan untuk kebutuhan sendiri," ungkap Setiadi (43).

Dia mengungkapkan , gabah panen terakhir yang disimpan jumlahnya lebih banyak dibandingkan saat panen perdana musim penghujan. Hal itu disebabkan karena petani masih unya kesempatan musim tanam kedua.

"Gabah yang dijual untuk biaya beli benih dan pupuk. Selain itu juga untuk keperluan rumah tangga. Daripada membeli beras mahal, lebih baik menahan gabah," katanya.
Setiadi menambahkan petani bakal kembali menjual gabah menjelang panen pertama awal musim penghujan. Masa tanam kali ini, lanjutnya, dipernirakan bakal serentak berlangsung Bulan Oktober.

"Sekarang ini sudah mulai ada tanda-tanda bakal turun hujan. Biasanya panen pertama hasilnya lumayan bagus," ujarnya.

Dia juga mengatakan saat ini harga gabah juga naik. Harga gabah kering giling atau GKG yang sebelumnya hanya Rp 4.200 per kilogram, saat ini sudah mencapai Rp 4.400 per kilogram. "Kami berharap harga gabah masih bisa naik lagi, bisa menembus Rp 5.000," kata Setiadi.

Petani lainnya Suwanto, menambahkan petani tiidak tergiur dengan harga gabah yang juga naik. Hal itu disebabkan karena hasil menjual gabah tidak cukup untuk membeli beras.

"Lebih baik untuk konsumsi sendiri. Biasanya saat harga beras sudah naik dulu dibandingkan gabah. Lebih enak makan nasi hasil panen sendiri dibandingkan beli," tuturnya.

Seperti diketahui harga beras di pasar tradisional Kota Banjar sejak beberapa hari ini melonjak naik. Naiknya harga beras tersebut disebabkan karena pasokan gabah petani berkurang.

Umumnya pedagang di pasar tradisional menyediakan beras lokal. Beras tersebut dipasok dari beberapa lumbung padi di Kota Banjar seperti Kecamatan Langensari dan Pataruman. Selain itu juga dipasok dari wilayah Kecamatan Lakbok, Purwadadi , Kabupaten Ciamis, serta wilayah Kabupaten Cilacap sebelah selatan.

Tags: , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: