Harga Karet Rp 3.000/Kg

___20141016060811_305.gif

LinkJournal – Sejumlah petani karet di daerah Kabupaten Padang Lawas (Palas) mengeluh dan meminta perhatian serius dari Pemkab Palas, karena pendapatan mereka terus menurun seiring dengan semakin anjloknya harga jual getah karet hingga menjadi Rp3.000/kg di pengumpul selama beberapa bulan terakhir.

Menurut petani, anjloknya harga getah karet sudah dialami sejak November 2013 lalu, padahal sebelumnya harganya sekira Rp 16.000/Kg, kemudian mengalami penurunan hingga Rp 4000/kg. Bahkan sekarang tinggal Rp3.000/kg.

Seorang petani karet, Andika (30) warga Desa Bulusonik, Kecamatan Barumun, saat ditemui pada Selasa (14/10) di lokasi pengumpulan getah karet di Desa Sigala-gala, mengatakan, anjloknya harga jual getah karet belakangan ini berdampak pada pengurangan biaya perawatan kebun karet. Akibatnya kebun karet terus dipaksa berproduksi tanpa dilakukan perawatan rutin sebagaimana lazimnya.

"Harga getah karet yang kami jual kepada pengumpul/agen yang datang seharga Rp 3.000-5.000/Kg, makanya petani tidak mampu melakukan perawatan tanaman, hasil penjualan getah karet hanya cukup untuk biaya kebutuhan hidup karena hidup keluarga kami semata-mata bergantung pada pertanian karet tersebut," ungkapnya.

Andika sangat berharap Pemkab Palas dapat memberikan solusi agar harga jual getah karet dari petani sesuai dengan harga pasar, mengingat pendapatan petani karet saat ini sangat minim dan berkurang jauh dari kondisi sebelumnya. Kondisi ini, katanya, menjadi beban baru bagi kehidupan para petani karet di daerah ini yang semata-mata mengandalkan lahan pertanian karet sebagai pendapatan utama mereka.

Budi (37), seorang pengumpul/agen getah karet dari petani karet di Desa Sigala-gala, Bulusonik, Arse Simartorkis, Pagaran Baringin dan Desa Pancaukan Kecamatan Barumun menyebutkan, harga beli getah karet dari petani sekarang ini cukup rendah, yaitu sebesar Rp 3.000/Kg untuk jenis getah karet basah, sedangkan jenis karet kering dihargai Rp 5.000/Kg.

Anjloknya harga beli getah karet, kata Budi, sudah terjadi sejak setahun lalu, sebelumnya harga karet sebesar Rp 16.000/Kg, turun menjadi Rp14.000/Kg, lalu turun lagi menjadi Rp 10.000/Kg dan terakhir menukik tajam diharga Rp 5.000/Kg untuk jenis getah karet kering. "Harga karet terus merosot tajam sampai level terendah, kondisi ini sangat berdampak terhadap sumber penghasilan petani karet maupun para pengumpul/agen, bila terus begini diprediksi para petani karet akan malas untuk menderes tanamannya dan akibatnya bisa saja para pengumpul/agen getah karet seperti kami akan gulung tikar," katanya.

Dia menambahkan, para petani karet semakin lesu dan kurang bergairah menjual hasil produksi karetnya dalam jumlah sedikit karena tidak memberikan hasil memuaskan. "Banyak keluhan dari petani agar harga karet dinaikkan, namun hingga saat ini belum juga ada perubahan kenaikan harga yang dinilai sepadan dengan hasil produksi yang dihasilkan, malah harga karet terus merosot tajam dan anjok," katanya.

Tags: , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: