Kekeringan, Serapan Beras Bulog di NTT Merosot

WLvnFnCw9w.jpg?w=480

LinkJournal – Penyerapan beras di Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Devisi Regional (Divre) Nusa Tenggara Timur (NTT) merosot tajam akibat kemarau ekstrem yang membuat hasil panen padi turun.

Persentase penurunan penyerapan beras sampai Jumat (17/10) mencapai 45,88 persen atau hanya 5.443 ton dari kuota selama 2014 sebanyak 10.031 ton.

Saat ini Bulog kesulitan membeli beras dari petani karena harga beras di kalangan petani paling rendah Rp7.500 per kilogram, atau lebih tinggi dari harga harga pembelian pemerintah (HPP) sebesar Rp6.600 per kilogram (kg).

Kepala Bidang Pelayanan Publik, Bulog Divre NTT Alexander Malelak mengatakan penurunan penyerapan beras paling banyak terjadi di persawahan Lembor di Kabupaten Manggarai Barat akibat kerusakan saluran irigasi. Serapan beras dari daerah itu hanya 360 ton dari target ribuan ton. Begitu puladi Kabupaten Belu, beras yang dibeli dari petani hanya 38 ton.

Ia menyebutkan tanaman padi membutuhkan banyak air serta pupuk agar tumbuh normal. Jika air kurang, hasil panen pun bakal berkurang. Bahkan banyak areal persawahan tidak diolah karena kekurangan air. Penyebab lain ialah, petani menolak HPP yang ditetapkan pemerintah.

"Petani bilang lebih baik menjual beras ke pasar daripada ke pemerintah karena pembelian pemerintah sangat murah," ujarnya.

Menurutnya HPP yang ditetapkan pemerintah jauh dibawah harga pasar untuk beras kualitas yang dijual di pasar tradisional yakni Rp8.000-Rp9.000 per kg. Kendati begitu, penyerapan beras dari Kabupaten Rote Ndao malah meningkat yakni mencapai 761 ton dari target sekitar 200-300 ton.

Bulog Divre NTT mulai membeli beras petani sejak awal musim panen Maret 2014 di tujuh kabupaten penghasil beras terbesar di daerah itu yani Rote Ndao, Kupang, Manggarai, Ngada, Belu, Sumba Barat, Manggarai Barat, dan Sumba Timur.

Beras yang diserap tersebut disimpan di gudang Bulog yang tersebar di kabupaten tersebut yang dapat diambil sewaktu-waktu untuk kebutuhan beras pegawai negeri, TNI dan Polri, dan bencana alam.

Humas Bulog Divre NTT Marselina Bendelina Radja-Rihi mengatakan, NTT mendatangkan kebutuhan beras di NTT setiap tahun mencapai 116.000 ton. Karena serapan beras petani hanya 5.443 ton, sisa kebutuhan beras harus didatangkan dari luar daerah berjumlah 110.557 ton. Beras sebanyak itu didatangkan dari tiga daerah yakni Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi Selatan.

Tags: , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: