Kemarau Panjang, Harga Beras Terus Naik di Sukabumi

LinkJournal – Kemarau panjang yang melanda Sukabumi sebabkan naiknya harga beras di Kota Sukabumi, hingga dalam sebulan terakhir ini sudah terjadi dua kali kenaikan harga.

Informasi yang dihimpun dari Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kota Sukabumi untuk harga beras jenis IR 64 KW I Jamp ang pada pekan ini mengalami kenaikan harga sebesar 2,43 persen atau Rp 200 rupiah dari harga pekan lalu yang hanya Rp 8.200 menjadi Rp 8.400 setiap kilogram.

Kemudian beras jenis IR 64 KW II Jampang mengalami kenaikan harga 2,56 persen, dari Rp 7.800 menjadi Rp 8.000 setiap kilogramnya.

"Adapun faktor yang menjadi penyebab terjadinya kenaikan harga beras ini karena pasokan dari berbagai daerah mengalami penurunan yang salah satu penyebabnya adalah kemarau panjang yang melanda daerah penghasil beras salah satunya ada Kabupaten Sukabumi," kata Kepala Diskoperindag Kota Sukabumi, Ayep Supriatna, Jumat (17/10).

Menurut Ayep, tidak menutup kemungkinan jika pasokan terus menurun karena kemarau panjang ini sehingga banyak petani yang gagal panen harga beras akan terus merangkak naik. Tetapi, pihaknya akan berupaya agar pasokan beras tetap terjaga, sehingga harganya bisa ditekan.

Namun, pihaknya meyakini musim kemarau akan segera berakhir karena saat ini sudah mulai turun hujan khususnya di wilayah penghasil beras yang di daerah Pajampangan, Kabupaten Sukabumi. Sehingga, dengan hujan turun petani akan kembali menanam padi dan harga beras pun bisa kembali turun.

"Walaupun jumlah pasokan beras menurun, tetapi persediaan di pasaran masih terjaga sehingga masyarakat tidak perlu khawatir akan kekurangan beras sebagai bahan makanan pokok utama masyarakat di Kota Sukabumi," tambahnya.

Di sisi lain, harga daging sapi dan kerbau pada pekan ini turun sebesar Rp 5 ribu/kg dari ribu/kg pada pekan kedua Oktober menjadi Rp95 ribu dan harga ayam potong segar pun turun dari Rp 30 ribu/kg menjadi Rp 27 ribu/kg.

Sementara, Ayep mengatakan untuk harga kebutuhan pokok lainnya seperti minyak goreng, tepung terigu, gula pasir dan lain-lain harganya masih tetap normal.

Tags: , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: