Panen Melimpah, Harga Bawang Merah Malah Anjlok

f30dedccccd8db6e3950ee54d220be7d.jpg

LinkJournal – Hasil panen petani bawang merah lahan pasir pada musim kemarau tahun ini melonjak signifikan, yakni dari 8-12 ton per hektar, menjadi 14-16 ton per hektar. Namun sayang, hasil panen yang melimpah, justru membuat harga komoditi tersebut anjlok di pasaran.

Ketua Kelompok Tani Pasir Makmur Tegalrejo, Kecamatan Sanden, Sumarno menyampaikan, saat musim hujan, hasil panen bawang merah sedikit tapi harga jualnya tinggi, yakni mencapai Rp 40.000 per kilo. Sedangkan musim kemarau saat ini, hasil panen melimpah namun harganya jatuh di angka Rp 10.000 sampai Rp 12.000 per kilo. "Karena jumlahnya banyak, harganya jadi turun," kata Sumarno, Kamis (23/10/2014).

Disampaikannya, pada September lalu pihaknya panen raya dengan hasil 14-16 ton per hektar. Jumlah ini lebih banyak dibandingkan panen pada Februari-Maret lalu yakni sekitar 8-12 ton per hektar. "Biasanya memang hanya delapan ton per hektar, apalagi saat musim hujan, lebih sedikit," imbuhnya.

Menurut Sumarno, saat ini ada 50 hektar lahan pasir yang digarap kelompok tani dengan ditanami bawang merah. Tingginya hasil panen, lanjutnya, dipengaruhi faktor kelembaban udara pada musim kemarau. "Tanaman hortikultura memang lebih cocok dikembangkan pada musim kemarau daripada musim hujan. Dalam setahun, kami bisa menanam bawang merah selama dua kali, yakni musim tanam pertama pada Desember atau musim hujan dan musim tanam kedua pada Juni atau musim kemarau," tandasnya.

Tags: , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: