Harga Cabe di Madiun Capai Rp 40 Ribu

cabe-madiun_20141108_142219.jpg

Linkjournal – Belum ada kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) dari pemerintah, namun beberapa kebutuhan pokok sudah mulai naik.

Harga cabe di pasaran yang biasanya Rp 25.000 sampai Rp 30.000 naik menjadi Rp 39.000 sampai Rp 40.000 per kilogram.

Harga daging ayam masih stabil kisaran Rp 25.000 per kilogram.

Kondisi ini seperti terjadi pada Pasar Mejayan Baru, Madiun.

Harga cabe di pasar yang baru ditempati sekitar setahun lalu ini sudah mencapai Rp 40.000 per kilogram.

"Mulai kemarin harga cabe sudah mencapai Rp 40.000 per kilogram, karena dari pengepul sudah dinaikkan langsung Rp 10.000 per kilogram menjelang kenaikan BBM ini," terang Ny Siti Aminah (41) kepada Surya, Sabtu (08/11).

Kondisi yang sama terjadi di Pasar Besar Kota Madiun.
Berdasarkan harganya, komoditas cabe terus mengalami kenaikan sejak sepekan terakhir.

Harga cabe rawit yang biasanya hanya Rp 32.000 kini naik menjadi Rp 39.000 sampai Rp 41.000 per kilogram, cabe keriting dari Rp 30.000 naik menjadi Rp 36.000 per kilogram serta cabe biasa dari Rp 36.000 naik menjadi Rp 39.000 kilogram.

"Kenaikan harga cabe ini bukan hanya disebabkan rencana kenaikan BBM akan tetapi juga disebabkan musim kemarau panjang yang menyebabkan petani cabe tak bisa mengairi sawahnya dan tanaman cabe gagal panen," ungkap Joko pedagang cabe di Pasar Besar Madiun.

Kenaikan harga cabe itu, kata Joko membuat stok jualannya menurun drastis lantaran banyak konsumen yang mengeluhkan kenaikan harga cabe itu.

Menurutnya, saat harga cabe normal biasanya mampu menjua 20 sampai 40 kilogram sehari, kali ini memiliki stok cabe 10 kilogram tidak akan habis dijual seharian penuh.

"Kalau dijual keesokan harinya tak laku yang terpaksa banting harga cabe, biar tidak terlalu rugi banyak. Wong stoknya kami sudah tak berani memperbanyak lagi daripada resiko rugi besar. Kalau sebelumnya 40 kilogram bisa habi sehari sekarang 10 kilogram bisa sampai 3 hari," imbuhnya.

Selain harga cabe yang terus merangkak naik, harga wortel justru mengalami penurunan dari seharga Rp 6.000 menjadi Rp 5.500 per kilogram, bawang putih biasa dari Rp 12.000 menjadi Rp 11.500 per kilogram dan bawang putih jenis kating masih normal seharag Rp 13.500 per kilogram.

"Sebagian memang harganya turun, tetapi penjualannya masih sama-sama sepi," tegasnya.

Tags: ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: