Di Bojonegoro Harga Cabai Tembus Rp 55 ribu

159462_275.jpg

Link Journal – Harga cabai di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur tembus Rp 55 ribu per kilogram. Selain cabai, harga bahan kebutuhan pokok lainnya juga mulai merangkak naik.

Kenaikan harga cabai ini relatif cepat. Sebab, belum genap satu bulan harga cabai di Bojonegoro, Tuban dan Lamongan sempat anjlok hingga Rp 10 ribu per kilogram, sebelum tiba-tiba naik berlipat-lipat sejak tersiar kabar bahwa pemerintah akan menaikkan harga bahan bakar minyak pada bulan ini.

Pantauan Tempo, harga cabai merah Rp 55 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp 10 ribu hingga Rp 12 ribu per kilogramnya, cabai rawit Rp 52 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp 10 ribu per kilogram, adapun cabai hijau Rp 35 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp 8 ribu per kilogram. Hanya cabai putih-kuning yang harganya masih stabil Rp 12 ribu per kilogram.

Menurut Sri, 43 tahun, pedagang sayur keliling, dirinya sengaja tidak menjual cabai dalam satu pekan ini. Alasannya, harganya yang naik drastis membuat dia kesulitan menjelaskan ke para pelanggannya. "Habis harganya mahal, jadi saya tidak jualan cabai dulu," kata dia, Minggu, 9 November 2014.

Faktor isu kenaikan bahan bakar sebagai salah satu penyebab melonjaknya harga cabai makin kuat karena di tingkat petani, komoditas tersebut baru panen pada Oktober lalu. Bahkan, para petani di Bojonegoro, seperti di Kecamatan Tambakrejo, Bubulan dan sekitarnya sempat menahan panen. Alasannya, saat itu harganya masih rendah.

Saat ini cabai di tingkat petani berkurang. Praktis, mulai terjadi kelangkaan di pasaran. Sehingga cabai dari Batu, Malang, Nganjuk dan Magetan mulai masuk. Purnomo, salah seorang petani cabai di Bojonegoro menduga, melonjakknya harga bukan semata-mata isu kenaikan bahan bakar namun juga dipicu oleh kelangkaan barang. "Panennya sudah lewat, jadi cabainya juga mulai berkurang," kata dia.

Data Dinas Pertanian Bojonegoro menyebutkan, luas lahan cabai sekitar 15 ribu hektare. Daerah sebarannya meliputi Kecamatan Tambakrejo, Bubulan, Dander, Temayang, Sukosewu, Ngraho, Margomulyo, Kasiman dan Gondang. Jenis yang ditanam kebanyakan cabe rawit dan keriting. "Terutama di daerah selatan," ujar Kepala Dinas Pertanian Bojonegoro Ahmad Djupari.

Tags: , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: