Kenaikan BBM Belum Diumumkan, Harga Cabai Naik 200 persen

278689_seorang-petani-memetik-cabai-rawit_209_157.jpg

LinkJournal – Meski pemerintah belum menetapkan besaran harga kenaikan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, namun harga kebutuhan pokok di sejumlah daerah mulai melonjak. Di Polewali Mandar, Sulawesi Barat, hampir semua kebutuhan pokok merangkak naik. Demikian pula di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Harga cabai di Polewali Mandar bahkan melonjak hingga 200 persen. Lonjakan harga tertinggi terjadi pada cabai keriting dan cabai besar. Jika sebelumnya cabai keriting dijual pada kisaran Rp15.000 per kilogram, saat ini harganya mencapai Rp45.000 per kilogramnya.

Sementara, cabai besar naik dari Rp20.000 menjadi Rp60.000 per kilogramnya. Lonjakan harga cukup signifikan juga terjadi pada jeruk nipis yang naik dari Rp500 menjadi Rp1000 per bijinya. Sementara, bawang merah, bawang putih, tomat, dan sayur-mayur naik pada kisaran 30 persen.

Akibat kenaikan harga itu, aktivitas jual beli di sejumlah pasar terlihat menurun. Seperti yang terlihat di pasar tradisional Pasar Baru, Kelurahan Wattang, Kecamatan Polewali, Kabupaten Polewali Mandar. Sejak tiga hari terakhir, pasar yang selalu ramai ini tampak sepi terutama di jejeran kios dan lapak penjual komoditas bumbu dapur dan sayur mayur.

Sejumlah harga kebutuhan pokok seperti beras dan telur juga mengalami lonjakan harga. Harga beras semua jenis naik Rp200 per kilogramnya, sementara harga telur naik 20 persen.

Kenaikan harga komoditas dapur juga terjadi di Kabupaten Bantul, DIY. Dari pantauan tim Disperindagkop (Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi) Pemkab Bantul, komoditas sayur-mayur terutama cabai mengalami lonjakan harga yang cukup tinggi. Selain itu harga beras yang ada di pasaran juga mengalami kenaikan meski hanya kisaran Rp 200 per kilogramnya.

"Hasil pantauan kita harga kebutuhan pokok yang melonjak tajam khususnya sayur-mayur yaitu cabai. Kenaikan harga cabai bahkan di atas 10 persen dari harga normalnya," kata Sulistiyanto, Kepala Disperindagkop Pemkab Bantul, DIY, Selasa, 11 November 2014.

Para pedagang memperkirakan harga kebutuhan pokok masih akan mengalami lonjakan harga setelah pemerintah menetapkan besaran kenaikan harga BBM bersubsidi.

Meski pemerintah berjanji akan memberikan kompensasi sebagai dampak kenaikan harga BBM, namun warga mengaku tetap khawatir lantaran kenaikan harga kebutuhan pokok di luar batas kewajaran.

Tags: ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: