Harga Cabai Tertinggi Selama 2014, Pasokan Anjlok Hingga 50 Persen

LinkJournal – Harga cabai di Kota Banjar mencapai titik tertinggi selama tahun 2014. Naiknya harga salah satu komoditi hasil pertanian tersebut disebabkan semakin berkurangnya pasokan cabai dari sentra produksi hingga 50 persen.

Kenaikkan paling tinggi adalah harga cabai rawit merah yang ditingkat eceran mencapai Rp 50.000. Sedangkan pembelian partai besar atau untuk kembali dijual, mencapai Rp 46.000 per kilogram.

Pantauan di Pasar Gede yang merupakan pasar tradisional terbesar di Kota Banjar, harga cabai rawit merah untuk pembelian banyak berkisar antara Rp 45.000 – Rp 46.000. Sedangkan rawit hijau mencapai Rp 38.000.

Sementara itu harga cabai merah besar jenis TW mencapai Rp 46.000, cabai hijau besar justru anjok, hanya berkisar Rp 12.000 – Rp 14.000, seminggu sebelumnya mencapai Rp 15.000. Sedangkan cabai merah jenis tanjung , atau cabai merah ukuran besar, masih bertahan Rp 52.000 perkilogram.

"Kenaikan paling tinggi sejak hari Senin (10/11/2014), sampai sekarang tiap hari naik. Meskipun harga naik, permintaan juga tetap tinggi," ungkap Apang (47) seorang penjual cabai di Blok sayuran Pasar Gede Kota Banjar.

Dia mengungkapkan, harga cabai saat ini merupakan paling mahal selama tahun 2014. harga saat ini jauh lebih tinggi dibandingkan masa lebaran 2014 yang paling tinggi menembus Rp 30.000 per kilogram.

"Saat ini paling mahal selama 2014. Masa lebaran lalu tidak sampai Rp 35.000 per kilogram. Itu pun bertahan hanya tiga sampai empat hari, kemufdian berangsur turun," katanya.

Apang mengaku setiap hari rata-rata mampu menjual cabai merah besar hingga 4 kwintal, cabai hijau besar 5 kwintal serta cabai rawit sebanyak 3 kwintal. Meskipun harga naik, lanjutnya, permintaan tetap tinggi.

"Harga cabai naik karena produksi atau pasokan turun. yang pasti, sampai saat ini, meski harga naik, permintaan masih teta tinggi," katanya.

Lebih lanjut Apang mengungkapkan, pasokkan cabai turun sampai 50 persen. Misalnya saya pesan dua karung, yang datang snya satu karung. Bahkan, beberapa pedagang juga terlambat menerima pasokan.

"Pengurangan jatah atau pasokan berlangsung sejak seminggu terakhir. Saat ini harga cabai paling mahal selama tahun 2014. Saya perkirakan harga berangsur turun," tuturnya.

Hal senada juga disampaikan Ny. Eni yang selama ini mendapat pasokan atau kiriman cabai dari wilayah Kecamatan Kretek dan Garung, Kabupaten Wonosobo, Prov. Jawa Tengah. Sedangkan jenis sayuran lain, seperti kentang didatangkan dari wilayah Dieng.

"Sudah beberapa hari ini pasokan berkurang. Saya pesan dua karung, yang datang hanya satu karung. Mungkin bandar membagi rata hingga semua pedagang mendapat bagian," tuturnya.

Dia juga menyatakan bahwa naiknya harga cabai tidak diikuti dengan menurunnya permintaan. Saat ini, lanjut Eni, permintaan cabai masih tetap seperti biasa.

"Barangnya sedikit, sedangkan permintaan tetap, otomatis harga ikut naik. Saya tidak tahu sampai kapan harga yang saat ini bisa bertahan, apakah akan terus naik atau sebaliknya," tambah Eni.

Tags: ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: