Harga Sapi di Sulsel Naik Rp 2 Juta

sapi_20141112_195058.jpg

LinkJournal – Harga hewan ternak maupun produk hasil peternakan di Sulawesi Selatan (Sulsel) mulai naik. Kenaikan akibat berbagai faktor. Salah satunya rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

“Harga sudah naik seperti bibit ayam petelur dari Rp 55 ribu sekarang Rp 65 ribu. Kemungkinan akan naik lagi setelah ada keputusan kenaikan BBM,” kata Kepala Bidang Produksi Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sulsel, Abdul Muas, Kamis (13/11/2014).

Kenaikan harga tersebut berdasarkan pantauan petugas di lapangan dalam dua pekan terakhir. Selain ayam petelur, harga pasaran sapi, kerbau, dan lainnya, ikut terkerek naik.

Sapi pejantan sebelumnya berkisar Rp 8 juta-Rp 10 juta kemudian naik menjadi Rp 10 juta-Rp 12 juta per ekor. Harga sapi bibit betina saat ini berkisar Rp 5 juta-Rp 6 juta.

Dibanding tahun lalu, harga sapi jenis ini masih dihargai Rp 4 juta-Rp 5 juta.
“Kemungkinan tahun depan bisa naik lagi,” ujarnya. Muas bahkan menyebutkan masih ada kenaikan setelah harga BBM resmi naik nanti. Kenaikan selanjutnya datang dari segi distribusi ternak.

Perhitungan biaya transportasi, kata dia, merupakan dampak negatif yang akan dirasakan peternak di Sulsel. Sisi positifnya peternak bisa menikmati kenaikan harga ternak di pasaran.

Kenaikan harga di pasar ternak akan membuat biaya produksi peternak bertambah. Meski pemerintah menyiapkan bantuan budidaya, namun, nilainya masih dikondisikan anggaran keuangan nanti.

“Kenaikan (biaya) bantuan dikondisikan dengan kondisi keuangan kita. Tapi kemungkinan kita kurangi volume (produksi) jika kondisi anggaran terbatas,” jelasnya.

Produksi 1,5 Juta Ekor

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel menargetkan produksi sapi dan kerbau di Sulsel sekitar 1,3 juta ekor tahun ini. Hingga Oktober lalu, realisasi produksi telah mencapai 1,18 juta.

Pada tahun depan, pemprov memperkirakan produksi ternak hingga 1,5 juta. “Itu sudah termasuk sapi dan kerbau juga termasuk inseminasi B. Pertumbuhan 200 ribu ekor pertahun mencapai target produksi 2 juta ekor tahun 2018,” ujarnya.

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sulsel berharap bantuan anggaran sektor peternakan di pemerintahan baru ini. “Potensi pertanian dan peternakan kita besar, saya rasa wajar kalau jadi perhatian pemerintah pusat,” jelasnya.

Tags: ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: