Harga Kebutuhan Pokok di Kupang Melonjak

n6sad79fe7.jpg?w=480

LinkJournal – Harga sejumlah bahan kebutuhan pokok di Pasar Tradisional Kasih, Kelurahan Naikoten 1, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, Minggu (23/11), mulai melonjak.

Penaikan harga dipicu penaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi yang memicu naiknya ongkos angkutan dan produksi.

Sesuai pantauan, bahan kebutuhan pokok yang naik yakni kentang ukuran kecil naik menjadi Rp12.000 per kilogram (kg) dari harga sebelumnya Rp10.000 per kg. Kentang ukuran besar naik bervariasi dari harga Rp15.000 per kg menjadi Rp20.000 dan Rp25.000 per kg.

Rata-rata kentang yang dijual di pasar tersebut didatangkan dari Surabaya, Jawa Timur dan Bali. Adapun kentang lokal belum mengalami lonjakan harga, dijual Rp20.000 per kg.

Kemudian cabai merah besar naik dari harga Rp45.000 per kg menjadi Rp50.000 per kg, sedangkan cabai merah keriting naik lebih tinggi dari harga Rp40.000 per kg menjadi Rp70.000 per kg.

"Kalau harga-harga naik seperti saat ini, pasti sulit dikendalikan, apalagi sebentar lagi hari natal dan tahun baru," kata Tinus Malo, pedagang di pasar setempat.

Di sejumlah pedagang, harga cabai merah keriting malah naik sampai Rp80.000 per kg. Namun konsumen masih bisa memperoleh harga cabai sebesar sampai Rp3.000 untuk empat buah cabai, atau Rp5.000 untuk tujuh buah.

"Karena harga cabai mahal, kami pisahkan dalam ukuran kecil dengan harga murah," kata Jibrael pedagang sembako.

Menurut Jibrael harga cabai melonjak selain dampak penaikan harga BBM bersubsidi, juga dipicu berkurangnya pasokan harga ke pasar serta naiknya ongkos angkutan. Cabai yang dijual di pasar tersebut dipasok dari petani di Desa Oesao, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang.

Lonjakan harga juga terjadi pada buncis dari harga Rp8.000 per kg menjadi Rp12.000 per kg, telur puyuh dari Rp38.000 per rak berisi 90 butir menjadi Rp40.000 per rak. Begitu pula harga bumbu seperti jahe naik menjadi Rp15.000 per kg dari harga Rp10.000 per kg, dan minyak goreng merek Bimoli ukuran lima liter naik sebesar Rp2.000 dari harga Rp72.000 menjadi Rp75.000.

Adapun harga daging sapi masih tetap Rp75.000 per kg, dan harga telur ayam masih Rp42.000 per rak isi 30 butir.

Jibrael mengatakan penaikan harga tidak hanya membebani pembeli, tetapi juga pedagang. Misalnya permintaan bahan kebutuhan pokok yang naik harga berkurang, di banding barang kebutuhan pokok yang masih stabil.

"Jika salah satu barang butuh waktu sampai satu minggu baru terjual, penjual akan rugi," ujarnya.

Tags: ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: