Archive for ‘Link Dunia’

May 25, 2010

Dalam Negeri Sibuk Dengan Pemilihan Ketua Partai, Luar Negeri Sibuk Ingin Menjarah Papua

Perdana Menteri Inggris jadi pahlawan Papua

Propinsi Papua dengan seksama memperhatikan dan menunggu hasil pemilihan Perdana Menteri Inggris. Semenjak David Cameron terpilih menjadi Perdana Menteri Inggris, warga Papua benar-benar ikut merayakan kemenangan tersebut. Mereka sangat berharap Mr Cameron dapat mewujudkan impian mereka untuk merdeka dari Indonesia.

David Camerom pernah membahas hal tersebut saat bertemu dengan Benny Wenda, yang saat ini bermukim di Inggris. Semenjak Wenda mendapatkan suaka politic di Inggris, dia mulai mengkampanyekan kemerdekaan Papua dari Indonesia. Kampenye kemerdekaan Papua dengan mengundang kepedulian asing terhadap pelanggaran HAM yang terjadi di Papua.

Albert Tabuni seorang aktivis HAM mengatakan “warga Papua merayakan kemenangan Cameron, dan berharap akan menerima pesan kami dan akan membantu kami mewujudkannya”. “Kami sangat membutuhkan kemerdekaan dari kekuasaan Indonesia, keadaan disini sangat memprihatinkan”.

Sementara di Indonesia sibuk dengan pemilihan ketua Partai Demokrat, yang dimenangkan oleh Anas Urbaningrum. Selain itu juga masih banyak permasalahan yang lain seperti Century dan masalah Korupsi, bagaimana dengan nasib mereka yang diujung-ujung terluar Indonesia, apakan juga menarik perhatian mereka, terutama Partai-Partai Besar.

Advertisements
April 23, 2010

Ledakan Granat Mematikan Mengguncang Bangkok

Serangan di Distrik Bisnis Membunuh Tiga, melukai Sedikitnya 75; Deputi Perdana Menteri menyalahkan Kaos Merah, yang menyangkal Keterlibatan

BANGKOK-Sedikitnya tiga orang tewas dan sedikitnya 75 luka-luka oleh serangkaian serangan granat di daerah pusat bisnis Bangkok pada hari Kamis, memompa ketegangan di kota yang sudah bergolak oleh kebuntuan memburuk antara angkatan bersenjata dan kelompok-kelompok saingan demonstran politik.

Tentara dan pejabat pemerintah mengatakan ledakan-setidaknya lima dari mereka-disebabkan oleh granat M-79, mewakili kerusakan yang serius mengenai situasi keamanan di ibukota Thailand. Wakil Perdana Menteri Thaugsuban Suthep mengatakan dalam pidato televisi Kamis malam bahwa serangan berasal dari perkemahan dari antigovernment Red Shirt pengunjuk rasa.Seorang juru bicara untuk kelompok, Sean Boonpracong, mengatakan Red Shirts tidak ada hubungannya dengan serangan sementara pemimpin protes, Jatuporn Prompan, juga membantah keterlibatan Red Shirt.

Perdana Menteri Abhisit Vejjajiva ditutup rapat dengan pejabat keamanan setelah ledakan untuk membicarakan bagaimana menangani krisis memburuk.

Ketegangan tetap tinggi Jumat pagi sebagai pasukan keamanan berhadapan dengan pengunjuk rasa di persimpangan utama di distrik Silom Road keuangan.

Dalam beberapa pekan terakhir, beberapa F-79 granat telah ditembakkan di gedung-gedung pemerintah saat puluhan ribu pemrotes berpakaian merah telah berkumpul di Bangkok menuntut agar Perdana Menteri Abhisit panggilan pemilu baru.

Ini adalah kali pertama serangan telah membunuh atau menyebabkan luka meluas, dan merupakan pertama kalinya granat telah ditembakkan ke sasaran di daerah padat penduduk bisnis ramai dengan penumpang. Masih belum jelas apa target hari Kamis itu.

Rekaman televisi menunjukkan penumpang panik melarikan diri sebuah stasiun kereta, di mana setidaknya satu dari ledakan terjadi.

Di toko kopi Au Bon Pain dekat Dusit Thani Hotel mewah, jendela-jendela hancur dalam ledakan dan genangan darah menetes perlahan menuruni tangga dipoles di luar sementara ambulans dan truk pickup yang terluka dilarikan ke rumah sakit setempat.

konflik semakin kekerasan politik Thailand telah menunjukkan tanda-tanda eskalasi yang tajam dalam beberapa pekan terakhir.Pada 10 April, 25 orang tewas dalam bentrokan antara pasukan tentara dan Red Shirt pengunjuk rasa, banyak dari mereka pendukung mantan Perdana Menteri Thaksin buronan Shinawatra, yang digulingkan dalam kudeta militer empat tahun lalu.

Dalam beberapa hari belakangan, demonstran-pendukung lain saat ini dari aksi unjuk rasa singkat-pemerintah menggelar sekitar Bangkok.

Pada Rabu malam, mereka bentrok dengan pengunjuk rasa Red Shirt dekat bukaan iconicSilom Road Bangkok, Thailand setara dengan Wall Street dan rumah untuk hotel-hotel mewah dan juga beberapa strip Patpong terkenal kota batangan. Pada hari Kamis, kedua kelompok bentrok lagi sebagai helikopter terbang di atas kepala.

Silom Road lagi adalah situs dari masalah dengan ledakan Kamis malam itu. Jurubicara militer Kolonel Sansern Kaewkamnerd mengatakan lima granat M-79 ditembakkan dari peluncur, dan tiga jatuh pada atau melalui atap stasiun Skytrain Sala Daeng di jantung kabupaten, sementara yang lain jatuh di dekat Dusit Thani Hotel dan lain menjatuhkan dan meledak di dekat sebuah bank.

Pada hari Kamis, juru bicara Departemen Luar Negeri PJ Crowley mengatakan Amerika “percaya bahwa kedua belah pihak bisa dan harus bekerja keluar perselisihan melalui negosiasi serius … … Kekerasan bukanlah cara yang dapat diterima untuk menyelesaikan perbedaan politik.” Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon juga menyuarakan keprihatinan, menarik bagi kedua belah pihak untuk menghindari kekerasan lebih lanjut. “Ini adalah saat yang membutuhkan pembatasan pada semua sisi,” katanya.

serangan hari Kamis dapat meningkatkan tekanan pada angkatan bersenjata Thailand untuk mengambil tindakan agresif untuk mengakhiri protes maraton Shirts Merah ‘di jalan-jalan di Bangkok.

Puluhan ribu demonstran berbaris ke kota pada tanggal 12 Maret dari provinsi pedesaan untuk mengeluh tentang apa yang mereka katakan adalah pembentukan cara militer Thailand dan birokrasi mengganggu dalam politik dan menyerukan pemilu baru.

Mendesak oleh Mr Thaksin, yang sekarang tinggal di luar negeri untuk menghindari hukuman penjara pada keyakinan korupsi 2008, Shirts Merah pindah ke kawasan perbelanjaan utama Bangkok sekitar dua minggu lalu, sebuah pusat perbelanjaan memaksa setengah lusin dan hotel bintang lima beberapa untuk menutup dan Bangkokians kemarahan banyak orang yang hidup dari pariwisata.

Kepala Angkatan Darat Jenderal Anupong Paochinda telah berulang kali mengatakan dia akan menghindari menggunakan kekuatan untuk membersihkan para demonstran, yang telah perkemahan diperkaya dengan bambu runcing tajam dan tumpukan ban karet.

Namun pengunjuk rasa anti-Thaksin-termasuk kelompok kuning-memakai tertutup bandara internasional Bangkok yang selama lebih dari seminggu pada tahun 2008-telah mengancam akan masuk ke konflik dan mendorong keluar Shirts Merah sendiri jika militer tidak mengambil tindakan tegas.

Dari Wall Street Journal.

April 18, 2010

24 Pimpinan “Kaus Merah” Akan Menyerah

Sebanyak 24 pemimpin protes anti-Pemerintah Thailand atau kelompok “Kaus Merah” berencana menyerahkan diri kepada polisi pada 15 Mei mendatang. Penyerahan diri dilakukan sebagai taktik untuk mencegah terjadinya kekerasan terhadap pemrotes.

“Ini adalah taktik agar polisi tidak datang dan menyerbu kemari untuk menangkap kami sehingga terjadi lebih banyak kekacauan,” kata salah satu pemimpin Kaus Merah, Jaran Ditapichai, kepada wartawan Kompas, Fransisca Romana, Sabtu (17/4/10) di belakang panggung orasi di basis protes Ratchaprasong, Bangkok.

Jaran mendapat satu surat penangkapan dari polisi karena melanggar dekrit keadaan darurat. Pemimpin Kaus Merah lainnya, seperti Veera Musikapong, mendapat empat surat perintah penangkapan dan Arisman Pongruangrong mendapat enam surat perintah penangkapan.

Demi membubarkan pemrotes, Perdana Menteri Abhisit Vejjajiva memberlakukan keadaan darurat di wilayah Bangkok dan sekitarnya pada 7 April menyusul serbuan kelompok Kaus Merah ke Gedung Parlemen. Pemerintah Thailand juga meminta pengadilan mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap para pemimpin protes karena melanggar dekrit keadaan darurat itu.

Meskipun telah memberlakukan keadaan darurat dan mengantongi surat perintah penangkapan para pemimpin protes, aparat keamanan belum bergerak untuk menangkap para pemimpin. Hingga akhirnya terjadi insiden pada Jumat lalu saat pasukan komando polisi Thailand berupaya menangkap enam pemimpin protes yang tinggal di Hotel SC Park, tetapi gagal.

“Kami ingin menunjukkan bahwa kami juga warga negara yang taat hukum dan kami tidak bersembunyi,” kata pemimpin Kaus Merah lainnya, Nattawut Saikua, di lokasi protes.

Spekulasi

Hingga tiba saat penyerahan diri dan setelahnya, Nattawut meyakinkan wartawan bahwa aksi protes puluhan ribu anggota Kaus Merah di jantung komersial Bangkok di simpang Ratchaprasong tetap berjalan. Hal tersebut, menurut Nattawut, menunjukkan bahwa para pemimpin tidak akan melarikan diri dari janji mereka untuk melapor kepada polisi.

“Adanya surat perintah penangkapan itu membuat kami harus terus bersembunyi dan bergerak di bawah tanah. Kami selalu kucing-kucingan dengan petugas. Dengan melaporkan diri dan mengajukan pembebasan dengan jaminan, kami nanti akan lebih bebas untuk bergerak,” kata Jaran.

Dia menambahkan, sudah muncul isu-isu bahwa militer akan bergerak untuk menangkapi mereka. Apalagi, PM Abhisit pada Jumat malam telah menyerahkan tanggung jawab pemulihan ketertiban kepada Panglima Militer Jenderal Anupong Paochinda menggantikan Wakil PM Suthep Thaugsuban.

“Kami cukup tahu banyak tentang militer, cukup banyak mengenal mereka, sehingga kami tahu taktik yang kami gunakan. Kendati demikian, kami tetap bersiap-siap untuk segala kemungkinan,” ujar Jaran.

Media-media Thailand dengan gencar berspekulasi tentang tindakan keras yang segera akan diambil pemerintah. Juru bicara militer Thailand, Sansern Kaewkamnerd, mengatakan bahwa militer akan mengambil tindakan walaupun tidak merinci kapan dan bagaimana bentuknya. Akan tetapi, spekulasi itu dibantah juru bicara Pemerintah Thailand, Panitan Wattanayagorn. Panitan mengatakan bahwa penggunaan kekuatan militer untuk membubarkan pemrotes tidak ada dalam mandat bagi Jenderal Anupong.

Pengamat politik Thailand, Chandler Vandergrift dari Conflict Management and Mitigation yang berbasis di Bangkok, mengatakan, politik di Thailand sangat sulit diprediksi. “Sering kali perubahannya radikal dan dengan cara-cara yang tidak bisa diperkirakan,” katanya.

dari kompas Minggu 18 April 2010

wordpress

April 18, 2010

JK: Tanpa Satpol PP Jakarta Jadi Hutan


Ketua Umum PMI Pusat HM Jusuf Kalla termasuk orang yang tidak setuju bila Satpol PP dibubarkan. Peran Satpol PP masih diperlukan untuk tetap menertibkan DKI Jakarta yang tidak tertib.

“Jangan hanya karena satu kesalahan, langsung dibubarkan,” ujar JK di Ruang Serba Guna Gereja Kristen Jawa Nehemia, Jl Raya Pasar Jumat, Minggu 18 April 2010.

Satu kesalahan, lanjutnya, bukan berarti membuat kinerja Satpol PP buruk. Justru citra yang buruk itu harus diperbaiki agar bisa menjadi lebih baik lagi.

“Karena kalau pilihannya dibubarkan, itu berarti tidak hanya Satpol PP, Pajak juga dibubarkan, Polisi juga dibubarkan, apa harus begitu,” katanya. “Kalau saya, lebih baik diperbaiki,” ujarnya.

JK memisalkan, kedepan Satpol PP jangan terlalu berlebihan dalam menggunakan atribut. Contohnya seperti polisi yang telah mengubah citra melalui perubahan perlengkapan.

“Dulu kan polisi memakai laras sepatunya, itu kan kelihatan keras nah Satpol PP juga begitu, yang topinya baret jangan lagi ada baret, seperti itulah,” katanya.
Jadi, lanjut dia, tidak bisa langsung dibubarkan. “Satpol PP masih perlu untuk menertibkan jalanan, kalau tidak, Jakarta tanpa mereka jadi seperti hutan,” katanya.
Foke Suruh Kasatpol PP Sinambela Mengaca

Kerusuhan berdarah di makam Habib Hasan bin Muhammad Al Hadad alias Mbah Priok Rabu lalu masih menyisakan ketidakpastian informasi dalam hal jumlah korban.

Dalam sebuah diskusi kemarin, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kepulauan Seribu Hotman Sinambela memperkirakan korban yang berjatuhan dari pihak Satpol PPlebih banyak daripada yang diumumkan.

Menurut Hotman, dari 1.750 aparat yang diturunkan dalam eksekusi, baru 877 anggota Satpol PP yang melapor. Artinya, ada sekitar 873 Satpol PP yang hilang. “Sisanya ke mana, dimanakah mereka?” kata Hotman. “Masih terbuka kemungkinan ada lagi yang meninggal,” Hotman menambahkan.

Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, tak mau berkomentar banyak terhadap pernyataan Hotman tadi. Justru meminta Hotman untuk melakukan refleksi terhadap pernyataannya.

“Siapa yang bilang (masih ada 873 Satpol PP yang belum ketahuan nasibnya – red)?” kata Fauzi Bowo, di acara peringatan hari ulang tahun ke-10 Forum Warga Kota Jakarta, di Jl Kebon Pala Makassar, Jakarta Timur, Minggu 18 April 2010.

Saat diberitahu wartawan, bahwa informasi itu berasal dari Hotman Sinambela, Gubernur langsung berkata, “Sinambela suruh ngaca!”

Selain mengungkapkan adanya kemungkinan korban jiwa yang lebih banyak, Hotman juga menyesalkan, karena ia merasa Satpol PP menjadi pihak yang dikorbankan dalam insiden tragis ini.

Menurut Hotman, dalam sebuah rapat rahasia di Kantor Walikota Jakarta Utara, para pihak dari unsur aparat (baik Muspida, kepolisian, dan TNI) saling melempar tanggung jawab. Padahal, saat kerusuhaan, kata Hotmanpara petugas Satpol PP juga ditinggalkan sendirian oleh rekan mereka dari kepolisian maupun TNI.

Tragedi yang terjadi di Tanjung Priok, Koja, Rabu 14 April 2010 itu, setidaknya mengakibatkan tiga orang anggota Satpol PP meninggal dunia. Selain itu, terdapat 146 orang korban luka-luka yang terdiri atas 23 personel kepolisian, 69 anggota Satpol PP, 54 dari pihak warga.

dari vivanews minggu 18 April 2010

wordpress

April 16, 2010

Penandatanganan Nota Kesepahaman KPPU dengan PPATK


Penandatangan Nota Kesepahaman (MoU) antara KPPU dengan PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan) diselenggarakan bersamaan dengan perayaan sewindu berdirinya PPATK, pada hari ini Rabu, 14 April 2010 yang bertempat di gedung PPATK. Penandatangan dilakukan oleh Ketua PPATK, Yunus Hussein, dan Ketua KPPU, Tresna P. Soemardi. Acara tersebut dihadiri pula oleh Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan, Menteri Penertiban Aparatur Negara, Kejaksaan Agung, Kepolisian RI, Gubernur BI dan undangan dari beberapa instansi pemerintah lainnya.

Acara diawali dengan sambutan dari Ketua KPPU, Tresna P. Soemardi. Ketua KPPU menjelaskan tentang peran KPPU untuk mengawasi pelaku usaha dalam menjalankan kegiatan usahanya agar tidak melakukan praktek monopoli dan atau persaingan usaha tidak sehat. Pengawasan tersebut sangat dibutuhkan dalam membangun perekonomian yang diarahkan pada terwujudnya kesejahteraan rakyat berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Dalam kerangka tugas KPPU tersebut, maka diperlukan adanya kerjasama yang strategis dengan lembaga lain. Salah satu bentuk kerjasama strategis berbentuk Memorandum of Understanding (MoU) yang bertujuan untuk meningkatkan efektifitas upaya pencegahan dan pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang, dan meningkatkan efektifitas upaya pencegahan dan penanganan perkara praktek monopoli dan atau persaingan usaha tidak sehat.

Manfaat kerjasama juga ditujukan pada penetapan upaya atau langkah-langkah nyata pencegahanĀ  dan pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang dan penegakan hukum atas larangan praktek monopoli dan persaingan usaha tidak sehat. Adapun bentuk kerjasama antara KPPU dengan PPATK adalah dalam hal tukar menukar informasi; perumusan aturan hukum; sosialisasi; penelitian/riset; dan pendidikan serta pelatihan.

KPPU berharap upaya kerjasama yang telah dibangun dalam bentuk MoU ini dapat memberikan nilai positif kepada kinerja kedua lembaga dan meningkatkan keberhasilan tugas dan wewenang yang diemban KPPU maupun PPATK.

Jakarta, 14 April 2010
Komisi Pengawas Persaingan Usaha
Republik Indonesia

%d bloggers like this: